BI Sambut Baik Langkah 6 Bank Sentral Dunia

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Sabtu, 03 Desember 2011

BI Sambut Baik Langkah 6 Bank Sentral Dunia

VIVAnews - Bank Indonesia (BI) terus memantau secara ketat perkembangan krisis yang terjadi di Eropa. Pasalnya perkembangan hari-hari terakhir di Eropa dinilai cukup mengkhawatirkan.

Deputi Gubernur BI, Muliaman Hadad, menilai langkah yang dilakukan oleh enam bank sentral memberikan harapan baru.

"Mudah-mudahan ini berhasil, karena apa yang dijanjikan bank-bank sentral itu menurut saya riil dan konkrit, mengucurkan dana untuk membantu perbankan di Eropa sana," ujar Muliaman di sela Bank Indonesia-World Bank Joint International Conference dengan tema "Dealing with the Challenges of Macro Financial Linkages in Emerging Markets", di Nusa Dua, Bali, Kamis 1 Desember 2011.

Seperti diketahui enam bank sentral dunia bergerak bersama untuk membantu likuiditas bagi bank-bank Eropa dengan menyediakan pembiayaan dolar AS yang lebih murah.

Keenam bank tersebut adalah The US Federal Reserves, European Central Bank, serta bank-bank sentral di Kanada, Inggris, Jepang, dan Swiss. Bank sentral tersebut sepakat untuk menurunkan biaya penukaran dolar AS sebesar 50 basis poin mulai 5 Desember mendatang. Serta kesepakatan untuk melakukan perjanjian bilateral guna menyediakan likuiditas dengan mata uang lainnya.

Menurutnya optimisme ini akan berdampak positif terhadap perkembangan pasar karena indikator terkini menunjukkan hasil cukup positif baik Amerika maupun Asia. Diharapkan Eropa juga akan mengikutinya. "Mudah-mudahan ini bertahan cukup lama, karena juga akan diikuti oleh berbagai macam kebijakan di Eropa, terutama terkait penyelesaian krisi Eropa," ujar Muliaman.

BI, lanjutnya melakukan pemetaan untuk mengindentifikasi dampak krisis Eropa. Indonesia optimis dampak dari Eropa akan berpengaruh kecil karena fundamental ekonomi Indonesia yang selama ini cukup baik.

"Sekali lagi, perkembangan terakhir cukup menjanjikan pasca-kesepakatan beberapa bank sentral itu. Fundamental kita saat ini jauh lebih bagus dibandingkan dengan (krisis) 1998. Situasinya jauh lebih bagus dibanding 1998," tegas Muliaman. (Laporan Bobby Andalan, Bali).

Popular Posts