Rumah Mewah di Jakarta Lebih Mahal

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Kamis, 27 Oktober 2011

Rumah Mewah di Jakarta Lebih Mahal

VIVAnews - Rata-rata harga perumahan mewah di pasar Asia selama kuartal III-2011 merosot 0,2 persen dibandingkan kuartal II-2011. Kondisi ini berbanding terbalik dengan harga rumah mewah pada kuartal kedua lalu yang mengalami kinerja positif dengan kenaikan 1,6 persen.

Di antara delapan pasar rumah mewah di Asia, hanya terdapat dua kota di Asia yang masih mengalami kenaikan harga yaitu Jakarta, Indonesia dan Mumbai, India.

Hal tersebut diketahui dari laporan Residential Index yang dikeluarkan Jones Lang LaSalle dalam keterangan tertulis yang diperoleh VIVAnews, Kamis, 27 Oktober 2011.

"Konsumsi yang terus menguat dan membaiknya sumber daya alam menjadi 'bahan bakar' bagi pertumbuhan Indonesia. Nilai properti meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi yang melanda bagian dunia lain. Kami memperkirakan, pasar rumah mewah akan membaik pada jangka menengah," kata Head of Project Marketing (Residential) at Jones Lang LaSalle Indonesia, Luke Rowe.

Dalam laporannya, LaSalle mengungkapkan harga rumah perlahan mulai menurun dari rekor 7,4 persen pada kuartal III-2009. "Namun, ini pertama kalinya rata-rata harga menurun sejak kuartal I-2009," ujar laporan tersebut.

LaSalle mengatakan aktivitas penjualan rumah mewah di Asia mengalami pelemahan pada kuartal III-2011. Hal itu ditandai dengan berkurangnya peluncuran maupun penjualan rumah mewah sebagai dampak dari ketidakpastian ekonomi dan makin ketatnya kebijakan pemerintah.

Laporan itu juga mengungkapkan, selain Jakarta dan Mumbai yang mengalami kenaikan capital value perumahan selama kuartal III, harga rumah mewah yang tetap stabil terjadi di Singapura, Bangkok, dan Kuala Lumpur. Sementara itu, penurunan harga rumah mewah terjadi di Hong Kong, Beijing, dan Shanghai.

LaSalle yakin harga rumah mewah di China dan Singapura saat ini telah mencapai puncaknya. Harga rumah mewah di China diperkirakan melemah dalam 12 bulan mendatang seiring langkah pengembang yang mengenalkan harga baru yang dikenai diskon. Selain itu, pengembang China akan mengurangi jumlah unit rumah mewah yang ditawarkan dalam jangka pendek.

Kendati demikian, LaSalle yakin pasar rumah di Asia Tenggara akan lebih fleksibel dengan meningkatnya kegiatan remitansi dari para pekerja di Manila. Selain itu, penjualan properti di Jakarta akan tetap menguat seiring ketangguhan ekonomi Indonesia. (art)

Popular Posts