Transaksi Ramai, Smartfren Beri Alasan ke BEI

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Senin, 05 Maret 2012

Transaksi Ramai, Smartfren Beri Alasan ke BEI

VIVAnews - PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) menyatakan tingginya jumlah transaksi saham yang terjadi beberapa hari terakhir disebabkan selesainya proses distribusi saham-saham baru sebagai hasil pelaksanaan penawaran umum terbatas II melalui hak memesan efek terlebih dahulu.

Hal tersebut disampaikan manajemen Smartfren Telecom dalam penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin, 5 Maret 2012. Selama beberapa hari terakhir, kenaikan volume transaksi mencapai 488.057 lot saham dengan kenaikan frekuensi 13.748 kali. 

Pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, harga saham FREN melemah 3,3 persen dari Rp91 per unit menjadi Rp88 per unit. Volume transaksi sebanyak 59.590 lot senilai Rp2,6 miliar dengan frekuensi 3.162 kali. Saham berkode FREN itu sempat menguat tinggi ke level Rp300 per unit pada 16 Februari 2012, sebelum akhirnya terus melemah ke level saat ini.

Saham FREN menjadi perhatian investor setelah otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan efek waran seri II Smartfren Telecom (FREN-W) di pasar reguler dan pasar tunai mulai perdagangan sesi I, Jumat 2 Maret 2012.

BEI melihat adanya pergerakan harga yang fluktuatif dan peningkatan harga kumulatif yang signifikan dari efek FREN-W sebesar Rp275 atau 183,33 persen dari harga penutupan Rp150 pada 27 Februari 2012 menjadi Rp425 pada 1 Maret 2012.

Kabar terakhir dari Smartfren menginformasikan bahwa perusahaan telah memperoleh persetujuan rencana penggabungan nilai saham (reverse stock split) dari Kementerian Hukum dan HAM. Rasio penggabungan saham itu adalah 20:1

Sebelumnya, perusahaan juga telah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham untuk menerbitkan saham terbatas (rights issue) sebanyak 13,36 miliar saham seharga Rp100 per unit.

Dari aksi korporasi itu, perseroan akan memperoleh dana sebesar Rp1,33 triliun yang 75 persen di antaranya akan digunakan untuk melunasi utang.

Sementara itu, terkait volatilitas harga saham perseroan yang dulunya bernama PT Mobile-8 Telecom Tbk tersebut, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito, belum dapat dimintai penjelasan. "Maaf saya sedang rapat," tulis Eddy dalam pesan singkatnya kepada VIVAnews. (art)

Popular Posts