Saham-saham yang Terimbas Kenaikan BBM

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Senin, 05 Maret 2012

Saham-saham yang Terimbas Kenaikan BBM

VIVAnews - Kepastian pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) diprediksi akan mempengaruhi sejumlah sektor di pasar modal. Saham-saham yang terkena dampak paling kuat dari kebijakan itu adalah emiten di bidang transportasi, pertambangan, manufaktur, dan konsumsi.

"Hampir semua sektor kena. Pertambangan kena, transportasi, barang-barang konsumsi. Misalnya, Adaro, PT Bukit Asam, Garuda, Indofood, dan lainnya," kata Head Officer MNC Securities, Edwin Sebayang, dalam diskusi bersama wartawan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin 5 Maret 2012.

Menurut Edwin, saham-saham tersebut dipastikan akan terkena pengaruh langsung karena banyak mengonsumsi BBM. Dia menyontohkan, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dipastikan membuat biaya operasional menjadi membengkak.

Hal yang sama juga terjadi pada perusahaan pertambangan yang tidak memiliki pembangkit listrik sendiri. Ketergantungan mereka pada pasokan BBM, dipastikan akan terkena dampak langsungnya.

"Kalau barang-barang konsumsi, bahan makanan, itu bisa ditekan ke konsumen. Misalkan Indofood mau naikkan harga 10 persen, pasti dibebankan ke konsumen," ungkapnya.

MNC Securities dalam penelitiannya, memprediksi pertumbuhan ekonomi di 2012 akan berada pada level 6,5 persen dengan inflasi di kisaran 5 sampai 5,5 persen dan BI rate di 5,5-6 persen.

Sementara untuk harga minyak mentah diperkirakan mencapai US$90-95 per barel dengan lifting mencapai 965 ribu barel per hari. Nilai tukar Rupiah diprediksi berada di kisaran Rp8.600-9.500 per dolar AS.

Sebelumnya, Edwin Sebayang, mengatakan kenaikan harga BBM yang cukup signifikan dapat mempengaruhi kondisi IHSG ke depan. IHSG diprediksi akan berada di level 4.500.

Menurut Edwin, kenaikan harga BBM dapat memicu laju inflasi melambung tinggi. Hal itulah yang mengakibatkan pelaku pasar tidak siap dengan kenaikan harga. "Kalau kenaikan Rp1.500 sampai Rp2.000 per liter itu bisa menjadi masalah dan acuan outlook inflasi akan berubah," katanya.

Edwin menuturkan, jika harga BBM naik Rp500-1.000 per liter, dengan memperhitungkan kenaikan tarif listrik dan pangan, inflasi hingga akhir tahun hanya mencapai 5-5,5 persen. (eh)

 

Popular Posts