Jero: Freeport Siap Negosiasi Ulang Kontrak

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Senin, 12 Maret 2012

Jero: Freeport Siap Negosiasi Ulang Kontrak

VIVAnews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, menegaskan semua perusahaan tambang yang beroperasi di Indonesia siap melakukan negosiasi ulang kontrak. Ini juga berlaku untuk perusahaan pertambangan asal Amerika Serikat, Freeport.

"Belum (selesai), semua siap renegosiasi. Tidak ada yang menolak. PP Nomor 24 itu kan termasuk dalam rencana renegosiasi. Jangan maksa ngomong," kata Jero Wacik, ketika ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin 12 Maret 2012.

Menurutnya, saat ini pemerintah dan pihak-pihak perusahaan tambang masih mengadakan pendekatan dan pembicaraan intensif.

"Makanya kami renegosiasi. Kami yakinkan dia bahwa kita negara demokrasi, dulu kan nggak semua orang tahu. Sekarang kan beda," ujarnya.
"Investor tidak akan lari. Kelihaian kita kan untuk mengerti," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, mengatakan, terkait renegosiasi kontrak pertambangan adalah untuk memperbaiki kondisi usaha-usaha pertambangan di Indonesia.

"Karena pertambangan itu pasti habis. Oleh Karena itu kami harus mengelolanya secara adil dan bertanggung jawab," kata Hatta, ketika ditemui pada saat yang sama.

Salah satu hal yang penting, menurut Hatta, adalah terkait perjanjian pembagian royalti itu. Pemerintah menginginkan pembagian royalti agar lebih baik dari sebelumnya. "Jangan seperti sekarang," kata dia.

Kemudian, juga terkait divestasi. Meskipun tak menjelaskan secara rinci, Hatta menuturkan, alasan harus adanya divestasi. Menurutnya, kesemua itu penting bagi Indonesia. Selain itu, Hatta juga menegaskan, di masa yang akan datang, tidak diperbolehkan lagi menjual bahan mentah terutama pertambangan.

"Kami ingin diproses di dalam negeri. Ingin ada industri smelter-nya. Dan mulai sekarang mereka sudah wajib untuk memberikan road map untuk membangun itu. Planning-nya seperti apa," tegasnya.

Keuntungan yang didapatkan, kata Hatta, akan banyak sekali. Misalnya saja, Hatta mencontohkan, jika royalti naik lima kali lipat, maka pendapatannya akan naik juga lima kali lipat. "Itu misalnya, kan masih renegosiasi," katanya.

Hatta juga menegaskan, bahwa semua perusahaan tambang bersedia untuk melakukan renegosiasi kontrak. Termasuk Freport. "Semua mau, pokoknya dalam tahap negosiasi. Mereka siap semua. Lebih terukur dan lebih jelas," ujarnya.

Sebagai informasi, sebelumnya proses renegosiasi kontrak karya dan perjanjian karya pertambangan masih jalan di tempat. Sebab, dari 76 perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) dan 42 kontrak karya (KK), baru 11 PKP2B dan empat KK yang telah menyetujui seluruh poin renegosiasi, sama seperti tahun lalu.

Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Thamrin Sihite menjelaskan, secara prinsip sudah banyak PKP2B dan KK yang menyetujui poin-poin renegosiasi, tetapi baru 15 perusahaan menyatakan sudah siap tanda tangan kontrak baru.

Popular Posts