Investor Malaysia Minati Saham Infrastruktur

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Kamis, 08 Maret 2012

Investor Malaysia Minati Saham Infrastruktur

VIVAnews - Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Friderica Widyasari Dewi, mengatakan investor asal Malaysia tertarik dengan saham Indonesia. Dia mengaku selain Malaysia juga ada beberapa investor dari Jepang dan Korea yang berminat.

"Itu investment, mereka itu dari dana pensiun tentara Malaysia, aset management, macam-macam. Mereka ingin dengar update-nya seperti apa," kata Friderica, di kantornya, Jakarta, Selasa 6 Maret 2012.

Hari ini, Selasa 6 Maret 2012, BEI kedatangan tamu sekitar 20 orang yang berasal dari semacam asosiasi dari Malaysia. Para tamu itu, kata Friderica, bertanya soal sektor apa saja yang bagus di pasar modal Indonesia.

"Saya yakin mereka kesini karena tertarik. Mereka kan punya riset dari ekonomnya. Investor luar itu biasanya masuk melalui hedge fund," ungkapnya.

Tamu dari Malaysia itu, kata Friderica, tertarik pada sektor-sektor infrastruktur dan emiten-emiten infrastruktur. Dia mengungkapkan, proyek-proyek infrastruktur dianggap para investor asing itu sebagai sektor yang pasti kebutuhannya. "Mereka tertarik infrastruktur," kata dia.

Untuk itu, BEI sedang menyiapkan tiga indeks pada 2012. Peluncuran tiga indeks ini dilakukan karena ada permintaan dari pelaku pasar. BEI menyiapkan Indeks Likuid 30, Indeks Infrastruktur dan Indeks Perbankan. "Indeks ini akan dikeluarkan satu per satu. Kemungkinan indeks likuid 30 dapat dikeluarkan pada awal bulan depan, saat ini sedang melakukan testing," ujarnya.

Friederica menuturkan, indeks likuid 30 ini memang mirip dengan indeks LQ45. Pihaknya akan memilih saham yang masuk indeks likud 30 seperti dilihat dari likuiditas, kapitalisasi pasar, frekuensi, dan volumenya. Selain itu, BEI juga akan meluncurkan indeks infrastruktur dan perbankan.

Menurut Friederica, peluncuran ketiga indeks tersebut memang karena ada permintaan dari pelaku pasar. "Pada indeks infrastruktur akan berisi saham-saham infrastruktur. Memang ada permintaan dari pelaku pasar untuk indeks tersebut terutama aset manajemen lokal," kata Friederica.

Popular Posts