BI: Kejahatan Keuangan Marak Saat Krisis

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Sabtu, 10 Maret 2012

BI: Kejahatan Keuangan Marak Saat Krisis

VIVAnews - Bank Indonesia menilai aksi kejahatan keuangan (fraud) di sektor perbankan dan keuangan biasanya muncul tinggi ketika dunia tengah mengalami krisis ekonomi.

"Penelitian internasional mengungkapkan bagaimana fraud pada masa krisis itu semakin tinggi," kata Deputi Gubernur BI, Mulyaman D Hadad dalam sambutan Fraud Perbankan di Hotel Le Meredien, Jakarta, Rabu 7 Maret 2012.

Mulyaman menilai unit kerja yang harus diawasi para pengelola perbankan dari kemungkinan munculnya aksi fraud terutama bagian penjualan. "(Biasanya) aksi pembocoran informasi yang sensitif, dan kegiatan lainnya," katanya.

Deputi BI yang melamar sebagai dewan komisioner otoritas jasa keuangan (OJK) ini berharap para bankir untuk berpikir bahwa biaya mengatasi kejahatan keuangan jauh lebih murah dibandingkan ongkos yang muncul akibat adanya fraud.

“Persoalannya fraud sekarang ini tidak hanya terjadi di negara berkembang, melainkan negara maju seperti di Amerika Serikat dan Eropa. Hal ini perlu direspon secara konfrehensif secara strategis dan memadai,” ujar dia.

Berbagai langkah antisipasi yang bisa dibuat diantara dengan melakukan perbaikan dan manajemen risiko yang lebih ketat.

Saat ini, BI mengakui, pertumbuhan perbankan Indonesia telah cukup baik. Hal itu tak terlepas dari dukungan kondisi ekonomi makro Indonesia yang masih terjaga. Sejak 5 tahun terakhir, BI mencatat industri perbankan telah mencatat pertumbuhan kredit antara 20 sampai 25 persen.

"Tapi keberhasilan ini akan hilang, jika masalah fraud tidak ditangani dengan baik," tegasnya

Untuk menjaga pertumbuhan perbankan yang baik, maka diperlukan membangun budaya yang baik di industri perbankan. “Terutama dari seorang pimpinan perusahaan dalam meningkatkan perkembangan perusahaan dengan mencegah fraud,”  ujar Muliaman.

Popular Posts