BBM Naik, Warga Miskin Bertambah 5 Juta

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Selasa, 13 Maret 2012

BBM Naik, Warga Miskin Bertambah 5 Juta

Untuk mencegah kenaikan jumlah penduduk miskin, pemerintah akan memberi kompensasi. (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Pemerintah mengakui kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sekitar Rp1.500 per liter bakal menciptakan angka kemiskinan 1,5 sampai 2 persen alias 3,5 sampai 5 juta warga miskin baru. Jumlah warga miskin yang ada saat ini, sebanyak 74 juta atau 18,5 rumah tangga sasaran (RTS).

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan, untuk mencegah kenaikan jumlah penduduk miskin, maka pemerintah akan memberikan kompensasi bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM).

"Besarannya mencapai Rp150 ribu per rumah tangga sasaran per bulan selama sembilan bulan," kata Agung di Gedung Kemenkokesra, Jakarta, Selasa 13 Maret 2012.

Agung menuturkan, untuk meringankan beban rakyat miskin, maka pemerintah menambah penyaluran beras miskin (raskin) dari dua bulan menjadi 14 bulan dengan harga tebus Rp1.600 per kilogram di titik-titik distribusi.

Dia menjelaskan, paket kompensasi kenaikan BBM untuk masyarakat terdampak dialokasikan 30 persen berupa BLSM. Karena itu, Kemenkokesra bakal mengawasi penyaluran berbagai program bantuan agar tepat sasaran. "Ini untuk mengurangi beban rakyat kecil akibat naiknya berbagai harga barang sembako," kata Agung.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo mengatakan, jika tujuannya adalah menghemat keuangan negara dalam pemberian subsidi, maka idealnya harga jual bahan bakar minyak adalah Rp6.500 per liter. Ini berarti menaikkan harga BBM sebesar Rp2.000 per liter, bukan Rp1.500.

"Opsi menaikkan harga BBM menjadi Rp6.500 lebih jelas dalam penghematan subsidi, lebih terukur. Tinggal dikalikan volume yang disubsidi. Tapi masalahnya kalau ditanya mengenai inflasi, itu yang susah," ujar Widjajono di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat 2 Maret.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memastikan harga BBM bersubsidi akan naik. Alasannya, harga minyak mentah dunia juga naik. Ini membuat asumsi harga minyak dalam anggaran pendapatan dan belanja negara 2012 harus disesuaikan.

“Harga BBM mau tidak mau mesti disesuaikan dengan kenaikan yang tepat,” kata SBY. Rencana kenaikan harga BBM ini selanjutnya dibicarakan dengan DPR. Sebagai penyeimbang, pemerintah berniat memberikan bantuan langsung bersifat sementara kepada warga miskin yang terkena imbasnya. (sj)

Popular Posts