260 Pegawai Pajak Kena Sanksi

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Jumat, 09 Maret 2012

260 Pegawai Pajak Kena Sanksi

VIVAnews - Di tengah sorotan kasus rekening gendut yang dimiliki pegawainya, Direktorat Jenderal Pajak mengungkapkan telah memberikan sanksi berupa hukuman kepada sekitar 260 pegawai yang melakukan tindak penyelewengan selama 2011.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Fuad Rahmany, mengatakan jumlah total pegawai yang terkena hukuman tersebut didominasi oleh pegawai teknis di lapangan.

"Kalau di pajak itu, pelanggaran justru terjadi di lapangan. Karena mereka bertemu sama wajib pajak. Mereka bisa main sendiri. Jadi, itulah yang sekarang kami tangkap," ujar Fuad saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis 8 Maret 2012.

Fuad mengatakan, para petugas pajak di lapangan termasuk para pegawai muda yang rentan terhadap godaan. Untuk itu, Ditjen Pajak meminta wajib pajak untuk tak ragu melaporkan perilaku pegawai yang melakukan tindak penyelewengan.

"Masyarakat lapor, jangan hanya berkeluh. Beritahu namanya. Siapa yang malakin dan memeres Anda," tuturnya.

Namun, Fuad menegaskan, upaya pengawasan tidak hanya diterapkan kepada para pegawainya. Ditjen Pajak memastikan pihaknya akan mengawasi para wajib pajak yang berusaha melakukan tindak penyelewengan dari kewajibannya. "Harus adil dong, mereka kan yang menggoda," imbuhnya.

Untuk membersihkan instansi pajak dari oknum penyeleweng pajak, Ditjen Pajak memastikan adanya kerja sama yang erat antara pihaknya dengan aparat hukum seperti kepolisian, kejaksaan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi. "Kan yang ahli di bidang investigasi itu pihak yang berwajib," terangnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, hingga akhir 2011, Kemenkeu mendapat 86 laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Namun, laporan tersebut masih bersifat informasi, bukan hasil analisis.

"Jadi, saya sudah minta kepada Inspektorat Jenderal dan Eselon I terkait untuk melakukan review," ujar Agus. (art)

Popular Posts