Vale Indonesia Renegosiasi Kontrak Tambang

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Jumat, 17 Februari 2012

Vale Indonesia Renegosiasi Kontrak Tambang

VIVAnews - Perusahaan tambang nikel, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menegaskan kesediaannya untuk berunding dengan pemerintah terkait renegosiasi kontrak pertambangan.

Untuk diketahui, dari 76 perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) dan 42 kontrak karya (KK), baru 11 PKP2B serta empat KK yang telah menyetujui seluruh poin renegosiasi. Jumlah ini sama seperti tahun 2010.

"Kami akan duduk dengan pemerintah, kami akan diskusi," kata Direktur Utama Vale Indonesia, Nicolaas D Kanter, usai rapat umum pemegang saham (RUPS) perseroan di Gedung Graha Niaga, Jakarta, Jumat 17 Februari 2012.

Namun, Kanter tidak mengungkapkan waktu untuk berunding dengan pemerintah itu. Dia juga enggan berkomentar banyak terkait apa saja yang akan direnegosiasikan dengan pemerintah.

Terkait rencana bisnis perusahaan, Inco tahun ini akan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$150 juta. Seluruh kebutuhan dana itu akan diperoleh dari kas internal perusahaan.

Direktur Keuangan Vale Indonesia, Fabio Bechara, menjelaskan, dari total capex tersebut, sebesar US$50 juta di antaranya akan digunakan untuk uji kelayakan tanur di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan. Sementara itu, sisanya dialokasikan untuk proyek yang lain.

"Uji kelayakan diharapkan bisa selesai akhir tahun ini," kata dia.

Kanter menambahkan, penjualan nikel Vale pada 2011 turun akibat volume produksi yang juga menurun. Vale melaporkan, penjualan nikel pada 2011 hanya mencapai 66.815 metrik ton, turun dari sebelumnya sebanyak 75.839 metrik ton.

Dalam laporan hasil triwulan IV-2011 yang dikutip VIVAnews dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, penjualan Vale Indonesia pada kuartal IV sebanyak 15.604 metrik ton nikel dalam matte. Sementara itu, produksi nikel dalam matte pada triwulan III dan IV-2011 masing-masing 18.073 metrik ton serta 13.728 metrik ton.

Produksi nikel dalam matte perseroan pada kuartal terakhir 2011 itu disebabkan perusahaan tengah membangun kembali Tanur Listrik nomor 2 sebagai bagian dari rencana untuk meningkatkan produksi.

Dari penjualan tersebut, Vale Indonesia mengantongi pendapatan sebesar US$237 juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Desember 2011. Penjualan pada 2011 turun sekitar 3 persen dibandingkan dengan penjualan bersih 2010.

Dengan pendapatan tersebut, Vale mencatat laba bersih sepanjang 2011 sebesar US$333 juta. Perolehan ini lebih rendah 24 persen dibandingkan laba bersih 2010 sebesar US$437,4 juta. (art)

Popular Posts