Alasan Pebisnis dan Orang Kaya Sewa Pesawat

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Sabtu, 18 Februari 2012

Alasan Pebisnis dan Orang Kaya Sewa Pesawat

VIVAnews - Bisnis penyewaan pesawat jet pribadi mulai booming di Indonesia. Tak hanya kalangan pebisnis yang menggunakan pesawat ini untuk menunjang aktivitas mereka. Golongan orang kaya di tanah air juga diketahui pernah memakai pesawat pribadi untuk liburan mereka.

Pengamat penerbangan Alvin Lie sepakat bahwa bisnis penyewaan pesawat di Indonesia menunjukan prospek cerah. "memang di Indonesia, sebagai negara kepulauan, banyak orang yang membutuhkan transportasi udara," kata dia kepada VIVAnews.

Menurut Alvie, booming bisnis penyewaan pesawat baik pesawat bermesin jet maupun baling-baling tak terlepas dari sistem penerbangan nasional yang belum efisien. "Hal-hal yang seperti ini yang membuat pengguna jasa sering merasa kesulitan," kata dia.

Sistem penerbangan di Indonesia, lanjut dia, masih terpusat di Jakarta. Maksudnya, setiap rute penerbangan kemanapun di tanah air, selalu terpusat ke kota Jakarta terlebih dahulu.

"Maskapai dengan tujuan Palembang-Makassar, harus menyambung pesawat di Jakarta dulu," ujarnya.

Untuk masyarakat yang membutuhkan jadwal cepat, sistem penerbangan tersebut tentunya akan menyita waktu lebih lama.

Alvin menilai, dengan kondisi seperti itu, bisnis penyewaan pesawat pun kini menjadi pilihan para pebisnis dan orang-orang kaya.

Booming sektor bisnis di tanah air ternyata telah menumbuhkan industri penyewaan pesawat jet pribadi. Bahkan rata-rata jam terbang di Indonesia dua kali lebih besar dibandingkan penyewaan pesawat pribadi di Amerika Serikat (AS).

"Pesawat pribadi di AS rata-rata terbang 30-50 jam per bulan. Kami rata-rata 75 jam per bulan, diatas rata-rata industri," ujar CEO Enggang Air Service, donnie Armand seperti dikutip VIVAnews dari CNBC.

Dengan pertumbuhan yang signifikan tersebut, tak heran banyak produsen pesawat jet internasional yang menganggap pasar Asia Tenggara sebagai target terbaru mereka. Selain Asia Tenggara, produsen pesawat juga mengincar pasar India dan China. (ren)

Popular Posts