Tingkat Kepercayaan Industri RI Lampaui Dunia

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Senin, 06 Februari 2012

Tingkat Kepercayaan Industri RI Lampaui Dunia

VIVAnews - Survei Edelman Trust Barometer pada 2012 menunjukan kalangan elit informasi masih memberikan kepercayaan yang besar pada industri nasional. Tingkat kepercayaan ini jauh lebih baik dibandingkan pandangan kalangan serupa terhadap pertumbuhan industri di dunia.

Elit informasi adalah kelompok masyarakat yang dianggap melek terhadap informasi yang beredar.

"Hal ini mencerminkan indikator ekonomi Indonesia yang positif di tengah kekacauan ekonomi dunia," ujar Chairman IndoPacific Edelman, Chadd McLisky dalam keterangan tertulis hasil survei Edelman Trust barometer 2012 di Jakarta, Senin, 6 Februari 2012.

Di tingkat global, kalangan elit informasi hanya memberikan kepercayaan pada sektor perbankan dan layanan keuangan masing-masing sebesar 50 persen dan 48 persen.

Namun di tanah air, elit informasi justru memberikan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi masing-masing 86 persen untuk sektor perbankan dan 76 persen pada layanan keuangan.

Lain halnya dengan industri telekomunikasi dan energi. Kalangan elit informasi di Indonesia justru menurunkan tingkat kepercayaan pada sektor telekomunikasi dari sebelumnya sebesar 94 persen menjadi hanya 75 persen. Begitu pula kepercayaan pada dengan sektor energi yang turun menjadi 71 persen.

Sektor industri lain yang terpaksa tak lagi terlalu dipercaya oleh kalangan elit informasi adalah farmasi. Di sektor ini, tingkat kepercayaan turun 17 poin dari 93 persen menjadi 76 persen.

Sebagai catatan, Edelman Trust Barometer tahun ini merupakan survei tahunan global ke-12 dan ke-4 bagi Indonesia yang mengukur kepercayaan dan kredibilitas terhadap dunia usaha, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan  media.

Survei ini melibatkan lebih dari 30 ribu responden di 25 negara termasuk sembilan negara di kawasan Asia Pasifik yaitu Indonesia, China, India, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Malaysia, dan Australia. pada survei kali ini, keikutsertaan masyarakat umum sebagai sampel merupakan yang pertama kalinya. (adi)

Popular Posts