Tak Bisa Efisien, Dahlan Kritik Bank BUMN

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Kamis, 16 Februari 2012

Tak Bisa Efisien, Dahlan Kritik Bank BUMN

VIVAnews - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menilai, bank-bank milik BUMN yang tidak menurunkan suku bunga kredit, berarti dikelola oleh manajemen yang tidak bagus.

"Kalau tidak bisa turun (suku bunga kreditnya), berarti kurang efisien. Tentu manajemannya harus merasa tidak bagus," kata Dahlan, Kamis malam, 16 Februari 2012.

Dahlan menegaskan, bank-bank BUMN yang tidak menurunkan suku bunga kreditnya merupakan bank yang tidak efisien, sehingga manajemennya tidak berhasil dalam mengelola bank untuk menjadi efisien.

Kementerian BUMN, lanjutnya, tidak bisa memaksa bank-bank BUMN untuk menurunkan suku bunga kreditnya, Kementerian hanya bisa mendorong dan membantu untuk menurunkan suku bunga kredit. Salah satunya adalah dengan membantu menyelesaikan permasalahan yang membebani bank-bank BUMN 10 tahun terakhir ini, yaitu obligasi rekap.

Dirinya bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia (BI) telah membicarakan secara intensif membahas obligasi rekap, dan saat ini sudah menemukan titik terang. Namun, Dahlan tidak bisa memaparkan lebih lanjut rencana tersebut, karena menyangkut keuangan.

"Intinya obligasi rekap yang masih variable rate itu membebani. Itu yang akan kami selesaikan dengan Menkeu dan Gubernur BI sampai mengerucut hingga model-model penyelesaiannya," tuturnya.

Staf Ahli Kebijakan Publik Kementerian BUMN, Sahala Lumban Gaol menjelaskan, jika masalah obligasi rekap dapat selesai, maka terdapat potensi penurunan suku bunga kredit karena cost of fund bank BUMN menjadi turun.

"Dengan adanya penurunan bond rekap maka menimbulkan efisiensi," katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Parikesit Suprapto menjelaskan, Kementerian BUMN telah meminta bank-bank BUMN untuk lebih efisien dalam kegiatan operasional, sehingga dapat menurunkan suku bunga.

Perbankan juga diminta untuk menggunakan sumber pendanaan yang lebih murah, yaitu dari BUMN asuransi yang menempatkan uangnya di bank BUMN dalam bentuk deposito. "Kami sudah minta BUMN asuransi untuk menempatkan dana di bank BUMN," jelasnya.

Popular Posts