Perpres Diteken, Solusi Hemat BBM Bersubsidi

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Jumat, 17 Februari 2012

Perpres Diteken, Solusi Hemat BBM Bersubsidi

VIVAnews - Pengamat perminyakan Pri Agung Rakhmanto menyambut baik keluarnya Peraturan Presiden Nomor 15 tahun 2012 yang akan mengatur pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Itu bagus, karena Perpres tersebut justru memberi keleluasaan kepada pemerintah. Artinya, pemerintah bisa melakukan pembatasan atau bisa menyesuaikan harga," kata Pri Agung di Jakarta, Selasa 14 Februari 2012.

Pri Agung menuturkan, Perpres ini nantinya akan menjadi dasar hukum jika pemerintah bersedia melaksanakan pembatasan BBM bersubsidi. Selain itu, pemerintah pada Maret ini akan mulai melakukan pembahasan APBN-P 2012 sebagai dasar hukum penyesuaian harga BBM.

"Statement menteri sudah cukup jelas, bilang bahwa pembatasan memberatkan dan kalau bahan bakar gas butuh waktu lama untuk siapkan infrastruktur," katanya.

Sementara itu, anggota Komisi VII DPR, Bobby Rizaldi menyambut baik Perpres itu karena memberikan ruang cukup bagi pemerintah untuk melakukan penghematan subsidi dengan cara pembatasan di pasal 5 ayat 1 dan 2.

Namun, ia kecewa isi Perpres tersebut di pasal 6 ayat 2, di mana disebutkan bahwa penyesuaian harga berupa kenaikan dan penurunan ditetapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan hasil sidang kabinet. Pasal tersebut menempatkan DPR bukan sebagai mitra dalam menetapkan harga akhir. "Ini bertentangan dengan UU Nomor 22 tahun 2001," ujar Bobby.

Bobby menjelaskan, argumen menteri keuangan bahwa DPR hanya menetapkan besaran subsidi per liter, tidak bisa menjamin bahwa fluktuasi harga tidak menimbulkan gejolak sosial.

Dalam UU No 22/2001 pasal 28 yang dibatalkan bahwa mekanisme harga BBM tidak boleh diserahkan mekanisme pasar. "Bagaimana mungkin kami memutuskan besaran subsidi terlebih dahulu, tanpa ikut mengontrol harga akhir untuk masyarakat," tuturnya. (art)

Popular Posts