Mansek: Saham Garuda Nazaruddin Urusan KPK

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Senin, 13 Februari 2012

Mansek: Saham Garuda Nazaruddin Urusan KPK

VIVAnews - PT Mandiri Sekuritas mengakui pihaknya hari ini bakal dimintai keterangan sebagai saksi oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Permintaan keterangan itu terkait kasus pembelian saham PT Garuda Indonesia Tbk oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin.

Executive Vice President Corporate Communication Mandiri Sekuritas, Febriati Nadira, ketika dihubungi VIVAnews, Senin, 13 Februari 2012 mengatakan,  manajemen Mandiri Sekuritas tidak berhak menyimpulkan status hukum dalam pembelian saham Garuda Indonesia oleh Nazaruddin lewat perusahaannya, PT Permai Group.

"Kami tidak berwenang untuk menyimpulkan, karena menurut kami hal ini merupakan wewenang dari pihak yang berwajib, dalam hal ini KPK," kata Nadira.

Sebelumnya, Mandiri Sekuritas membantah bahwa Nazaruddin merupakan salah satu nasabah perusahaan.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Nazaruddin, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencucian uang terkait pembelian saham Garuda Indonesia.

"Berdasarkan alat bukti yang ada, KPK telah menaikkan status menjadi penyidikan. Kami duga ada penggunaan dana kasus Wisma Atlet PT DGI, dengan tersangka MN, anggota DPR. Ditetapkan sejak pekan lalu," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP.

Kasus ini naik ke penyidikan ditandai dengan pemeriksaan empat saksi, Senin 13 Februari 2012. Mereka adalah Yulianis dan Oktarina Furi, keduanya adalah mantan staf Nazaruddin di Permai Grup. Selain itu, Direktur Keuangan PT Duta Graha Indah, Laurensius Khasanto, dan Dirut Mandiri Securitas, Harry Maryanto Supoyo.

Nazaruddin diduga membeli saham lewat lima anak usaha PT Permai Group senilai Rp300,8 miliar. Kelima anak usaha itu adalah Permai Raya Wisata membeli 30 juta saham seharga Rp22,7 miliar, Cakrawala Abadi 50 juta saham sebesar Rp37,5 miliar, Exhartex membeli saham senilai Rp124,1 miliar, PT Pacific membeli 100 juta saham seharga Rp75 miliar, serta Dharma Kusuma membeli 55 juta saham senilai Rp41 miliar. (art)

Popular Posts