Kemenpera Ingin Bunga KPR Turun Jadi 5%

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Kamis, 23 Februari 2012

Kemenpera Ingin Bunga KPR Turun Jadi 5%

VIVAnews - Pemerintah memastikan bahwa program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) akan tetap berjalan di tahun 2012. Rencananya, program ini akan berjalan di awal bulan Februari mendatang.

Terhentinya program FLPP ini dikarenakan belum bertemunya negosiasi ulang perjanjian kerja sama operasional (PKO) antara pemerintah dengan para perbankan mengenai penetapan suku bunga KPR.

"Ya memang mati sementara atau berhenti sejenak. Namun untuk nanti di awal bulan Februari akan aktif kembali," kata Sri Hartoyo, Deputi Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat, pada VIVAnews, Senin, 16 Januari 2012.

Sri mengatakan, untuk negosiasi kepada perbankan pihaknya menginginkan suku bunga KPR turun menjadi 5 persen sampai 6 persen. "Kita akan mencari bunga yang sesuai dengan kebutuhan rakyat." kata Sri.

Maka dari itu, Sri mengatakan, pihaknya akan mengusahakan semaksimal mungkin untuk menyelesaikan proses negosiasi kepada para perbankan. "Lebih cepat, lebih baik. Ya dalam waktu seminggu dan dua minggu ini akan diselesaikan," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda mengatakan, seharusnya pemerintah sudah mempunyai antisipasi jika negosiasi belum selesai. "Itulah kekonyolan Menpera. Kalau negosiasi belum selesai, seharusnya sudah ada antisipasi sebelumnya," kata Ali pada VIVAnews.

Ali menambahkan hal seperti itu menandakan kinerja Kementerian Perumahan Rakyat masih sangat buruk. "Seharusnya skema lama tetap berjalan dengan dengan suku bunga 8,75 persen. Selama belum ada skema baru, dampaknya nanti akan sangat buruk bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah," kata Ali.

Popular Posts