BI: Krisis, Rupiah Bisa Melemah Tahun Depan

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Rabu, 22 Februari 2012

BI: Krisis, Rupiah Bisa Melemah Tahun Depan

VIVAnews - Bank Indonesia menegaskan rata-rata nilai tukar rupiah pada 2011 akan ditahan pada level Rp9.100 per dolar AS. Sementara itu, pada tahun depan, bank sentral di Tanah Air itu memperkirakan akan ada pelemahan nilai tukar rupiah.

"Maksimum Rp9.100, kemudian menguat di sekitar level itu. Waktu itu saya ceritakan, dibandingkan 2008, pernah sampai Rp12.000,” kata Deputi Gubernur BI, Hartadi A Sarwono, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin 12 Desember 2011

Hartadi mengatakan, pemerintah memang masih memasukkan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp8.800 pada 2012. Namun, seiring munculnya krisis global, BI menilai ada kemungkinan terjadi pelemahan nilai tukar rupiah.

“Ya, mungkin akan sedikit ada pelemahan dari situ. Karena waktu ditetapkan Rp8.800 per dolar AS belum krisis," kata dia.

Kendati melemah, BI masih optimistis nilai tukar rupiah pada 2012 tidak akan lewat dari level Rp8.900 per dolar AS. "Jadi, bedakan dengan fluktuasi harian,” ujarnya.

Sebelumnya, BI mencatat rupiah mengalami depresiasi terhadap dolar Amerika Serikat sepanjang Agustus hingga 25 November 2011. Namun, nilai tukar rupiah masih lebih kuat dibanding mata uang kawasan Asia Tenggara lainnya terhadap dolar AS.

Depresiasi rupiah terhadap dolar AS dari 31 Agustus hingga 25 November 2011 sebesar 5,8 persen, ringgit 6,7 persen, won delapan persen, dan dolar Singapura 8,2 persen.

Namun, jika dibandingkan dengan mata uang peso Filipina, tingkat depresiasi rupiah masih lebih tinggi. Depresiasi rupiah terhadap dolar AS pada akhir Desember 2010 hingga 25 November 2011 sebesar 0,5 persen, sedangkan peso 0,1 persen. (art)

Popular Posts