Bailout Yunani Tak Jelas, Bursa Asia Goyah

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Selasa, 21 Februari 2012

Bailout Yunani Tak Jelas, Bursa Asia Goyah

VIVAnews - Bursa saham Asia dan nilai tukar euro akhirnya goyah pada perdagangan hari ini, Selasa 21 Februari 2012. Penurunan indeks disebabkam belum adanya jaminan suntikan dana talangan (bailout) tahap kedua kepada Yunani.

Seharusnya, para menteri keuangan Eropa telah menyetujui suntikan dana talangan sebesar 130 miliar euro setelah berada dalam ketidakpastian selama berbulan-bulan. Ketidakpastian ini menyebabkan mata uang euro goyang.

"Pasar saham di dunia telah menguat beberapa waktu lalu, didorong oleh harapan perbaikan Yunani yang akan memperoleh dana bailout," kata Senior Market Economist dari Daiwa Securities di Tokyo, Jepang, Yumi Nishimura, seperti dikutip Reuters, Selasa.

Indeks MSCI Asia Pasifik diluar Jepang tercatat melemah sebesar 0,1 persen. Kondisi yang kurang lebih sama juga terjadi pada indeks Nikkei Jepang yang dibuka stagnan di level 9.484,22.

Kedua indeks saham tersebut sebetulnya memulai tahun 2012 dengan meyakinkan. Indeks MSCI telah naik 13,5 persen sementara Nikkei 12 persen. Kenaikan itu jauh lebih baik dibandingkan indeks S&P 500 Wall Street yang hanya tumbuh 8 persen.

Nishimura meragukan kesepakatan yang akan ditempuh para menteri keuangan Eropa tersebut akan mendorong pembelian saham dari para investor.

Sementara itu, nilai tukar euro terhadap dollar AS tercatat melemah 0,3 persen ke level US$1,3210. Penurunan ini meruntuhkan penguatan nilai tukar Euro yang telah berlangsung selama sepekan terakhir.

Sedangkan dari pasar komoditas, harga minyak mentah AS mencetak rekor selama sembilan bulan terakhir dengan bertengger di level US$105 per barel. Kenaikan harga komoditas ini terutama disebabkan krisis Iran yang menghentikan ekspor ke Inggris dan Prancis. (kd)

Popular Posts