Setop Bayar Utang, BLTA Beri Penjelasan

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Selasa, 31 Januari 2012

Setop Bayar Utang, BLTA Beri Penjelasan

VIVAnews - Perusahaan pelayaran, PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) akhirnya memberikan penjelasan seputar kabar penghentian sementara pembayaran atas semua fasilitas pinjaman bank dan obligasi.

Dalam penjelasannya kepada otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen BLTA menjelaskan kondisi perekonomian dunia yang tengah dilanda krisis menyebabkan perusahaan harus meninjau kembali struktur keuangan.

"Hal ini terjadi saat industri perkapalan dunia juga mengalami pertumbuhan armada yang signifikan pada beberapa tahun belakangan ini, sehingga menyebabkan turunnya tarif tambang kapal yang cukup besar," kata Direktur Berlian Laju Tanker, Kevin Wong, seperti dikutip VIVAnews.com dari keterbukaan informasi di BEI, Jakarta, Selasa, 31 Januari 2012.

Kondisi ini, Kevin melanjutkan, diperburuk dengan naiknya biaya bunker kapal dan biaya-biaya operasional lainnya, termasuk biaya sehubungan dengan pembajakan kapal (piracy). Aksi pembajakan ini otomatis meningkatkan biaya pengamanan bersenjata yang akhirnya secara signifikan mempengaruhi operasi usaha dan posisi keuangan perseroan.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, manajemen Berlian Laju Tanker mengaku perseroan harus meningkatkan efisiensi struktur permodalan dan modal kerja perseroan. Dengan langkah ini diharapkan kualitas operasi usaha tidak terganggu serta dana pembayaran kepada pemasok (suplier) dapat berjalan terus.

"Perseroan telah menunjuk FTI Consulting sebagai penasihat keuangan untuk melaksanakan tinjauan keuangan guna membantu menentukan posisi keuangan perseroan sehubungan dengan kejadian ini," kata dia.

Dari data perusahaan, selama 2012, Berlian Laju Tanker harus membayar pokok pinjaman yang telah dijadwalkan terdiri atas pinjaman bank, obligasi, dan finance lease berkisar US$418 juta.

Selain akibat krisis keuangan global, Kevin mengungkapkan, pihaknya juga menemukan pelanggaran kovenan pada salah satu fasilitas utang yang diberikan kepada salah satu anak usaha perseroan. Perseroan bertindak sebagai penjamin dari fasilitas ini. Selain itu, terdapat anak perusahaan perseroan yang telah mengalami gagal bayar pada fasilitas lease tertentu.

"Oleh karena proses review sedang berjalan yang dilakukan oleh FTI Consulting, perseroan memutuskan untuk sementara waktu menghentikan pembayaran kembali atas semua fasilitas pinjaman bank dan obligasi dan pembayaran ship lease beserta semua kewajiban seperti ini yang ada pada semua anak perusahaan perseroan," katanya.

Saat ini, Kevin menambahkan, kegiatan operasi usaha perseroan berjalan normal terutama setelah debt standstill ini dilakukan. Fokus perseroan sekarang adalah menjadi kegiatan operasi usaha agar tidak terganggu dan pembayaran kepada pemasok dapat diselesaikan tepat waktu. (art)

Kerja di rumah

Popular Posts