Pemerintah Tunggu Investigasi Tim Independen

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Senin, 28 November 2011

Pemerintah Tunggu Investigasi Tim Independen

VIVAnews - Kementerian Pekerjaan Umum akan menunggu hasil penelitian dari tim teknis independen untuk mengetahui penyebab runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara.

"Saat ini, sedang diteliti oleh tim teknis independen. Sebab, ini yang punya adalah Kabupaten Kutai Kartanegara, jadi ini independen," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Djoko Murjanto, saat konferensi pers di Kementerian PU, Jakarta, Senin 28 November 2011.

Djoko menuturkan, tim teknis independen terdiri atas Bina Marga, Bimtek, Litbang PU, kontraktor, dan konsultan di lapangan, serta beberapa ahli dari universitas. "Anggota tim tersebut akan bertambah terus, mereka banyak yang meminta izin kepada kami untuk bergabung. Kami mempersilakan, karena nantinya akan berkoordinasi dengan kapolda. Tidak masalah, sepanjang itu untuk meningkatkan akurasi yang akan ditemukan," ujarnya.

Dia mengungkapkan, hingga saat ini, pemerintah belum mendapatkan keterangan yang valid terhadap penyebab Jembatan Kutai Kartanegara rubuh. "Sampai saat ini, kami belum mendapatkan laporannya. Tadi malam sudah dirapatkan seluruh tim, tapi belum tuntas karena masih ada data-data yang conflicting. Jadi, perlu konsolidasi dari data-data, sehingga ketemu yang sebenarnya. Kesimpulan belum bisa disampaikan sekarang," kata Djoko.

Djoko mengatakan, tim teknis independen memastikan akan menyampaikan perkembangannya tidak lebih dari satu pekan. "Tapi, yang terpenting, sekarang tindakan-tindakan ke depan. Dalam waktu 3x24 jam kami sepakati evakuasi korban," ujarnya.

Untuk jangka menengah, Djoko melanjutkan, menteri PU sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan mengenai penyeberangan dengan menggunakan kapal feri.

"Karena memang setelah kami lihat, jembatan itu punya peran yang penting dalam perekonomian di sana. Kalau itu terlalu lama putus, dikhawatirkan mengganggu perekonomian di sana," kata Djoko.

Djoko menambahkan, penggunaan kapal feri akan dilakukan dari Kabupaten Penajam. "Untuk operasionalisasi di lapangan perlu dermaga-dermaga. Dermaga ini telah disepakati oleh BNPB, yakni di sisi Tenggarong dan sisi seberang Tenggarong," ujarnya. (art)

Popular Posts