BI Telusuri Lambatnya Penurunan Bunga Kredit

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Minggu, 13 November 2011

BI Telusuri Lambatnya Penurunan Bunga Kredit

VIVAnews - Bank Indonesia sedang melakukan penelitian terkaitnya lambatnya penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK). Namun, BI mengklaim, lending rate perbankan sebenarnya sudah turun dibandingkan beberapa waktu lalu. Hanya saja, penurunan tersebut tidak begitu cepat.

"BI sedang meneliti apa yang membuat saluran mekanismenya terhambat, itu yang kami lihat," kata Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah, di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat 11 November 2011.

Halim menjelaskan, sejak 2004 hingga saat ini, biaya operasional yang ditanggung bank relatif tidak terlalu besar. Namun, selama periode 2001 hingga 2004 biaya overhead-nya tinggi.

"Kami ingin tahu pada 2001 hingga 2004 biaya overhead itu cepat naiknya. Tapi, pada saat yang sama return on asset bank (2011) hanya 1,5 persen. Sekarang bisa sampai 3 persen, bahkan di atas itu," ujarnya.

Menurut Halim, biaya overhead itu bermacam-macam. Hingga saat ini, BI masih meneliti apakah memang untuk mengejar pertumbuhan yang besar itu membutuhkan dana overhead yang juga besar. "Karena bank butuh ekspansi, tambahan equipment, atau orang-orang yang lebih baik," tuturnya.

"Kita belum efisien, tapi yang tadi saya katakan, pada 2001 sampai 2004 biaya relatif rendah lalu pelan-pelan naik. Di saat yang sama, keuntungan bank-bank juga naik. Kita lagi pelajari, beberapa dugaan ada, tapi faktanya seperti itu," jelasnya.

Halim menilai, jika bank sudah efisien, marginnya tidak terlalu besar dan bank tersebut akan semakin kompetitif, sehingga bunga kreditnya akan jadi lebih rendah.

"Sekarang ini yang sensitif terhadap BI Rate itu suku bunga deposito. Ketika BI Rate naik, dia ikut, ketika BI Rate turun, dia ikut turun. Tapi, lending rate agak datar. Jadi, ada perbedaan perilaku pendanaan dan kredit," ujarnya. (art)

Related Posts:

Kerja di rumah

Popular Posts