Pakai Gas Buang, Semen Padang Hemat Rp33 M

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Senin, 31 Oktober 2011

Pakai Gas Buang, Semen Padang Hemat Rp33 M

VIVAnews - PT Semen Padang optimistis mampu menekan biaya produksi sebesar Rp33 miliar per tahun pasca beroperasinya pembangkit listrik dari panas yang terbuang saat pembakaran. Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) yang dibangun di Pabrik Indarung V mampu menghasilkan energi listrik 8,5 megawatt.

Proyek percontohan (pilot project) hasil kerja sama Indonesia-Jepang ini diyakini mampu mengurangi gas buang yang dihasilkan pabrik semen. "Ini yang utama, selain menghemat biaya produksi dari listrik yang dihasilkan, konsep ini lebih ramah lingkungan," ujar Humas Semen Padang, Dacony, kepada VIVAnews.com, Senin, 31 Oktober 2011.

Dalam proses kerjanya, pembangkit listrik ini menyerap panas yang terbuang dari tungku pembakaran semen dan menyalurkannya dalam bentuk uap air  untuk menggerakan turbin. Pada dasarnya, ujar Dacony, sistem kerja pembangkit tersebut persis sama dengan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

WHRPG diyakini mampu menurunkan temperatur dan menstabilkan gas buang
karbondioksida yang dihasilkan pabrik semen. Batas baku mutu gas buang pabrik semen sekitar 80 mg/normal meter kubik. "Kami sudah di bawah itu dan adanya pembangkit ini tentu akan lebih stabil, karena mampu mengurangi emisi karbondioksida hingga 47 ribu ton per tahun," katanya.

Pembangkit ini langsung didatangkan perusahaan Jepang, New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO). Nilai investasi untuk mengoperasikan pembangkit ini mencapai 2 miliar yen atau setara dengan Rp200 miliar.

Dalam proyek ini, pihak Jepang menginvestasikan dana sebesar Rp130 miliar dalam bentuk peralatan. Sementara itu, sisanya, berasal dari Indonesia yang menyediakan infrastruktur pendukung.

Kerja sama ini merupakan bentuk realisasi Protokol Kyoto yang diratifikasi Indonesia ke dalam undang-undang perubahan iklim. Ditargetkan, emisi gas rumah kaca untuk industri semen mencapai 12 persen pada 2020 atau 744 kilogram/ton semen dari sebelumnya 852 kilogram/ton semen. Bagi pabrik semen baru, emisi gas CO2 menjadi 667 kilogram/ton semen. (Laporan: Eri Naldi | Padang, art)

Popular Posts