BPS: April, Deflasi 0,31 Persen

VIVAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan selama April 2011 terjadi deflasi sebesar 0,31 persen. Pencapaian tersebut hampir sama seperti Maret yang terjadi deflasi 0,32 persen.
Kepala BPS, Rusman Heriawan, mengatakan bahwa dengan terjadinya deflasi selama April, maka inflasi tahun kalender atau Januari-April mencapai 0,39 persen dan inflasi year on year (yoy) 6,16 persen.
Sementara itu, inflasi inti April tercatat 0,25 persen, dengan inflasi inti yoy sebesar 4,62 persen. "Sebanyak 57 kota mengalami deflasi, sedangkan tujuh kota inflasi," kata Rusman dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 2 Mei 2011.
Rusman menjelaskan, inflasi tertinggi terjadi di Ternate sebesar 0,52 persen, sedangkan terendah di Palangkaraya 0,05 persen. Sementara itu, deflasi tertinggi di Jambi sebesar 1,57 persen, serta terendah di Palu dan Pematang Siantar 1,47 persen.
Harga bahan makanan menyumbang deflasi 1,9 persen, namun kelompok perumahan, air, listrik, gas mengontribusi inflasi 0,21 persen. Selain itu, harga sandang menyumbang inflasi 0,75 persen, kesehatan 0,38 persen, dan pendidikan 0,31 persen.
Bawang merah menyumbang deflasi 0,13 persen, cabai merah 0,11 persen, cabai rawit 0,11 persen, dan beras 0,06 persen. Sedangkan harga minyak goreng mengontribusi deflasi 0,08 persen.