Integritas Disoal, Dahlan Bela Mantan Deputi

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Senin, 05 Maret 2012

Integritas Disoal, Dahlan Bela Mantan Deputi

VIVAnews - Penunjukan mantan Deputi Bidang Usaha Industri Primer Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Megananda Daryono, menjadi direktur utama holding PT Perkebunan Nusantara ramai dibicarakan di dunia maya. Hal itu terkait integritas Megananda yang diragukan.

Dalam sebuah account twitter tak bernama, Megananda disebut-sebut sebagai deputi binaan dari sebuah partai politik. Penunjukan Megananda dianggap sebagai bentuk intervensi partai tersebut.

Menanggapi keraguan masyarakat tersebut, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan dirinya sama sekali tak memiliki keraguan terhadap integritas Megananda.

"Ada yang bilang binaan Golkar, ada yang bilang binaan PDI-P, ada yang bilang binaan PKS. Aku tidak tahu (Megananda) binaan siapa," kata Dahlan Iskan saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 5 Maret 2012.

Dahlan menyatakan keyakinannya muncul karena karena dari penuturan Megananda ke dirinya, mantan deputi itu pernah dipanggil 15 kali oleh mantan bendahara partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Tersangka korupsi wisma Atlet itu meminta Megananda untuk memasukkan orang-orangnya ke dalam jajaran manajemen BUMN perkebunan.

"Beliau pernah cerita 15 kali dipanggil Nazaruddin, ditekan, tapi tidak satupun yang dituruti," kata Dahlan. "saya cek integritasnya bagus."

Selain masalah integritas, mantan Dirut PLN ini juga mengaku alasan pemilihan Megananda karena dia merupakan salah satu orang yang membidani lahirnya holding perusahaan perkebunan tersebut. Penunjukan Megananda diharapkan bisa membantu merealisasikan terbentuknya Holding.

"Mengantarkan bisa sampai terminal, bisa sampai tujuan," kata Dahlan saat disinggung mengenai masa jabatan yang akan dipegang Megananda.

Kementerian BUMN, khawatir penunjukan orang baru untuk memimpin holding BUMN, hanya akan membuat proses pembentukan induk usaha perusahaan perkebunan pelat merah itu menjadi kurang lancar.

"Kalau dirutnya orang baru, tidak dikenal oleh dirut-dirut PTPN, maka proses pembentukan holdingnya nanti kurang lancar," katanya. (eh)

 

Popular Posts