Harga Batubara Naik, Laba PTBA Melonjak

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Senin, 05 Maret 2012

Harga Batubara Naik, Laba PTBA Melonjak

VIVAnews - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membukukan laba bersih sepanjang tahun 2011 sebesar Rp3,08 triliun, atau melonjak 54 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp1,99 triliun.

"Kenaikan laba bersih itu dikarenakan volume penjualan batubara, harga pasar, dan efisiensi yang dilakukan perseroan," kata Direktur Utama PTBA, Milawarma, dalam keterangan pers, di kantornya, Menara Kadin, Jakarta, Selasa 6 Maret 2012.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan, pendapatan PTBA tahun 2011 mencapai Rp10,58 triliun, naik 33 persen dibandingkan tahun 2010.

Kinerja yang meningkat signifikan tersebut membuat laba bersih per saham perusahaan naik juga ikut naik dari Rp872 per lembar di tahun 2010 menjadi Rp1.339 per lembar.

Sepanjang 2011, Bukit Asam juga mencatat utang sebesar Rp3,34 triliun, naik dibandingkan posisi 2010 sebesar Rp2,28 triliun. Utang itu terbagi atas utang jangka pendek sebesar Rp1,91 triliun, dan jangka panjang Rp1,42 triliun.

Milawarma menjelaskan, selama 2011,  volume penjualan Bukit Asam mengalami kenaikan sebesar 4 persen, atau menjadi 13,5 juta ton. Dari jumlah itu, 65 persen adalah penjualan domestik, dan sisanya 35 persen ekspor.

Dari sisi harga jual batubara, PTBA pada 2011 mengalami kenaikan rata-rata tertimbang sebesar 24 persen untuk pasar domestik menjadi Rp755.220 per ton. Sementara harga rata-rata ekspor naik dari US$67,50 per ton menjadi US$101,04 per ton.

Target 2012

Milawarma juga menuturkan, membaiknya kondisi angkutan kereta api dan meningkatnya permintaan pasar, menyebabkan perusahaan menargetkan produksi dan pembelian batubara sebanyak 17,42 juta ton pada tahun ini. Target itu naik 26 persen dari realisasi produksi dan pembelian tahun 2011.

Sedangkan penjualan di 2012, ditargetkan sebesar 18,66 juta ton atau 39 persen lebih tinggi dari penjualan 2011. Dari jumlah itu, 12,19 juta ton untuk penjualan domestik dan 6,46 juta ton untuk ekspor.

Bukit Asam, optimistis bisa mencapai target penjualan tersebut. Terlebih lagi perusahaan telah mengantongi komitmen PT Kereta Api untuk angkutan batubara 2012 sebesar 15,6 juta ton, masing-masing 12,90 juta ton ke pelabuhan Taragan di Bandar Lampung dan 2,7 juta ton ke Dermaga Kertapati di Palembang.

"Jadi target pendapatan di 2012 sekitar Rp14 triliun," dia menegaskan.

Popular Posts