Tak Mau Berpolemik, PLN Cari Gas Termurah

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Minggu, 12 Februari 2012

Tak Mau Berpolemik, PLN Cari Gas Termurah

VIVAnews - Perusahaan listrik plat merah, PT PLN (Persero) akan mencari harga gas paling murah apakah dari terminal regasifikasi terapung (FSRU) Medan atau dari regasifikasi Arun, Aceh. "PLN tidak mau berpolemik mana yang jalan dulu, PLN ikut dengan dua-duanya," kata Kepala Divisi BBM dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki di Jakarta, Rabu 30 November 2011.

Menurut Suryadi, PLN saat ini telah menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan PT PGN Tbk untuk membangun FSRU Belawan. Selain itu PLN juga akan menandatangani perjanjian dengan PT Pertamina (Persero) untuk regasifikasi kilang LNG Arun. "Nanti kan ada beauty contest, mana yang lebih murah," katanya.

Rencananya FSRU Medan yang mendapatkan gas dari LNG Tangguh akan memasok gas ke PLN sebesar 140 miliar british termal unit per hari (BBTUD) sedangkan pasokan dari Arun sebesar 60 BBTUD.

Sesuai keputusan pemerintah, lanjut Suryadi, harga gas dari FSRU Medan tidak boleh lebih mahal dari FSRU Teluk Jakarta. Harga gas FSRU teluk Jakarta mengikuti formula 11 persen harga minyak mentah Indonesia (ICP) ditambah transportasi dan regasifikasi. "Kalau harga ICP US$100 per barel, maka harga gas FSRU Jakarta sekitar US$13 - 13,5 per MMBTU," katanya.

Ia menjelaskan saat ini kebutuhan pembangkit listrik PLN sebesar 140 BBTUD, 80 persennya digunakan sebagai beban dasar, dan 20 persen sisanya untuk cadangan beban puncak. Dari 140 BBTUD tersebut, saat ini PLN baru mendapatkan pasokan gas sebesar 28 BBTUD dari Salamander Energy Limited, sehingga sisanya PLN masih mengandalkan BBM. (eh)

Popular Posts