PLN Klaim Kinerja Mereka Membaik

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Rabu, 08 Februari 2012

PLN Klaim Kinerja Mereka Membaik

VIVAnews - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengklaim bahwa kondisi kelistrikan di Indonesia sepanjang 2011 menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini ditunjukkan, dengan perbaikan angka-angka indikator kinerja perusahaan.

Data unaudited yang dirilis PLN menunjukkan, angka mutu dan keandalan pasokan listrik membaik di 2011. Lama padam per pelanggan pada 2011 adalah 282,1 menit per pelanggan, turun drastis dibanding lama padam per pelanggan 2010 yang mencapai 418 menit per pelanggan.

"Sedangkan frekuensi padam per pelanggan 2011 adalah 4,91 kali atau lebih baik dari 2010 yang sebanyak 6,82 kali. Perbaikan mutu dan keandalan pasokan listrik dilakukan melalui program Perang Padam Jawa Bali dan tetap menjaga kecukupan pasokan listrik, khususnya di luar Jawa Bali," kata Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto di Jakarta, Rabu 8 Februari 2012.

Selain itu, Bambang menjelaskan, sepanjang tahun lalu jumlah pelanggan PLN bertambah sebesar 3,4 juta pelanggan atau lebih tinggi dibanding tambahan pelanggan di 2010 yang sebesar 2,3 juta pelanggan.

Hal tersebut, kata dia, tidak lepas dari kebijakan PLN yang berhasil menuntaskan seluruh daftar tunggu permintaan listrik melalui program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS) jilid dua pada Juni 2011.

"Dengan tambahan pelanggan itu angka rasio elektrifikasi di 2011 mencapai 72,03 persen atau naik hampir enam persen sepanjang tahun lalu. Sedangkan di tahun sebelumnya, angka rasio elektrifikasi sebesar 66,52 persen," ujar Bambang.

Bambang menuturkan, selama 2011, PLN memang berani membuka lebar-lebar kran permintaan sambungan listrik. Hal ini, tidak lepas dari bertambahnya kapasitas terpasang PLN setelah beberapa pembangkit listrik proyek 10 ribu megawatt tahap pertama mulai beroperasi.

Sepanjang tahun lalu tercatat, terdapat penambahan kapasitas terpasang pembangkit listrik sebesar 2.875 MW yang berasal dari PLTU Indramayu Jawa Barat 3 x 330 MW, PLTU Suralaya Baru Banten 1 x 625 MW, PLTU Lontar Banten Unit 1 dan Unit 2 sebesar 2 x 315 MW dan PLTU Rembang-Jateng 2 x 315 MW. Dengan demikian, sampai akhir tahun lalu
total kapasitas terpasang pembangkit listrik sebesar 28.643 MW.

Adapun bauran energi dalam memproduksi listrik selama 2011 (yang mencakup PLN dan IPP) adalah 44 persen berasal dari pembangkit berbahan bakar batu bara, 23 persen dari pembangkit berbahan bakar BBM, 21 persen dari pembangkit berbahan bakar gas, tujuh persen dari pembangkit bertenaga air, dan lima persen dari pembangkit panas bumi.

Jumlah pelanggan pada akhir 2011 sebanyak 45,8 juta pelanggan atau naik sebesar delapan persen dibanding 2010 sebanyak 42,4 juta pelanggan. Dengan jumlah pelanggan sebesar itu, PLN berhasil menjual tenaga listrik sebesar 158 TWh pada 2011, meningkat 7,5 persen dibanding 2010 sebesar 147 TWh.

Di sisi keuangan, pada 2011 PLN membukukan pendapatan usaha (terdiri dari penjualan tenaga listrik, subsidi listrik pemerintah, penyambungan pelanggan, dan pendapatan lain-lain) sebesar Rp213 triliun, naik 31 persen dari pendapatan usaha 2010 yang mencapai Rp162 triliun rupiah.

Selain itu, sepanjang tahun lalu PLN mencatatkan laba bersih sebesar Rp10,7 triliun atau naik 6 persen dari laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp10,09 triliun.

Popular Posts