Negara BRIC Kini Rentan Terimbas Krisis

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Senin, 20 Februari 2012

Negara BRIC Kini Rentan Terimbas Krisis

VIVAnews - Negara kekuatan ekonomi baru dunia, Brasil, Rusia, India, dan China (BRIC) dianggap tak lagi memiliki kekebalan yang cukup kuat dalam menahan gempuran krisis ekonomi dunia.

Hal tersebut diketahui dari sebuah survei konsultan risiko, Maplecroft, berjudul "Global Risk Atlas" seperti dikutip laman Reuters.com, Senin, 20 Februari 2012.

"Dengan harapan pemulihan ekonomi global akan bertumpu pada BRIC, investor dan pebisnis mencari sumber pertumbuhan baru. Pasar dengan risiko tinggi harus waspada terhadap ketahanan ekonomi mereka dari risiko global," kata Chief Executive Officer (CEO) Maplecroft, Alyson Warhurst.

Alyson mengatakan, ketahanan sebuah negara dari kejutan internal dan eksternal harus dibangun dalam jangka waktu yang panjang. "Dengan membaiknya risiko politik dari negara BRIC, kami menduga ketahanan itu masih ada. Namun, hasil yang kami peroleh, hal ini tak terwujud," katanya.

Survei itu juga menemukan, perbaikan tata kelola dan reformasi yang dilakukan negara BRIC belum seimbang dengan pertumbuhan ekonomi. Hal ini akan memunculkan potensi risiko ketahanan negara tersebut dari aksi terorisme ataupun perubahan iklim.

Di antara empat negara anggota BRIC, India dan Rusia merupakan salah satu dari 41 negara dengan klasifikasi berisiko tinggi. Mereka dianggap memiliki tata kelola yang rendah, korupsi sistemik, dan ancaman terorisme.

Sementara itu, China masuk dalam klasifikasi berisiko menengah. Negara ini juga bermasalah dengan persoalan keamanan. Posisi yang sama diperoleh Brasil yang dianggap paling rendah terkena risiko global. Brasil dinilai memiliki stabilitas dan struktur politik serta tata kelola yang kuat. (art)

Popular Posts