IPO Cucu Usaha, Garuda Tak Perlu Izin Menteri

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Kamis, 09 Februari 2012

IPO Cucu Usaha, Garuda Tak Perlu Izin Menteri

VIVAnews - Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Elisa Lumbantoruan, menegaskan rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) cucu usaha Garuda, PT Aero Catering Service (ACS) tidak memerlukan ijin Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan.

"ACS tidak perlu di ajukan ke Menteri BUMN, cuma pemberitahuan saja," kata Elisa, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 9 Februari 2012.

Menurut Elisa, manajemen Garuda sudah memberitahukan rencana IPO ACS kepada Dahlan Iskan. Saat ini maskapai pelat merah ini hanya tinggal menunggu kesiapan ACS untuk membenahi internalnya agar siap untuk go public. "Paling cepat kuartal IV tahun ini, tapi mungkin tahun depan," ujarnya.

Namun, Elisa belum dapat menjelaskan detil pelaksanaan IPO baik berupa target dana maupun jumlah saham yang akan dilepas ke publik. "Tunggu due dilligence," kata dia.

Sekarang, kata Elisa, proses IPO ACS ini masih dibicarakan di jajaran direksi karena memang bukan tanggung jawab Garuda. Namun lebih sebagai tanggung jawab PT Aero Wisata Service yang merupakan induk usaha ACS. "Dalam waktu dekat kita akan bicara dengan AWS," tuturnya.

GMF Tak IPO

Sementara itu, Elisa juga menegaskan anak usaha Garuda yang bergerak di bidang perawatan pesawat, PT GMF AeroAsia tidak bisa go public karena terkendala aturan dari Bapepam-LK.

"GMF definitely (sudah pasti) tidak bisa IPO. Kami sudah memberitahu ke Menteri BUMN, kita nggak perlu izin BUMN, hanya memberitahu kesiapan saja," kata dia.

Memang, lanjut Elisa, pada 2008 lalu, yang diumumkan akan IPO adalah GMF. Tapi, kesiapan GMF masih terkendala oleh aturan otoritas pasar modal. "Pendapatan GMF itu 70 persen masih dari Garuda, kan tidak boleh dari Garuda. Sebagai gantinya, kami siapkan ACS yang sudah siap untuk IPO," kata dia.

Popular Posts