Ganggu Citra, Dahlan Usul Bubarkan Petral

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Selasa, 21 Februari 2012

Ganggu Citra, Dahlan Usul Bubarkan Petral

VIVAnews - Dipandang mengganggu citra dan kinerja PT Pertamina, Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, mengusulkan pembubaran Pertamina Energy Trading Ltd (Petral). Petral adalah anak perusahaan Pertamina yang berperan dalam menyokong kegiatan perdagangan BBM.

Dahlan menjelaskan, citra Pertamina sering terganggu oleh isu mengenai Petral sebagai tempat korupsi. Petral yang berkantor di Singapura dituduh orang-orang sulit mengontrol dan direksi Pertamina mendapatkan komisi dari transaksi Petral.

"Saya beranggapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) Pertamina akan terganggu oleh isu di sekitar Petral, bahkan katanya ada yang mengajukan ke KPK," kata Dahlan di Jakarta, Selasa 21 Februari 2012.

Untuk itu, Dahlan telah berbicara dengan Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan, beberapa waktu lalu untuk membubarkan Petral, dan ternyata dirut Pertamina pun menyetujui usulannya.

Dengan pembubaran Petral, maka citra Pertamina yang saat ini sedang membangun GCG tidak akan terganggu. Dirut Pertamina sendiri mempunyai opsi lain, yaitu memindahkan Petral ke Indonesia dan tidak lagi menjadi anak perusahaan Pertamina.

Menanggapi ide Karen, Dahlan mengusulkan tugas yang selama ini diemban Petral untuk jual-beli minyak mentah dan BBM akan ditangani oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia. "Karena ini kan masalah trading, tapi ini baru gagasan," katanya.

Dahlan melanjutkan, tugas-tugas Petral membeli minyak mentah dan dikelola di kilang minyak Pertamina jangan ditangani oleh dua direktur Pertamina seperti dahulu.

Mantan dirut PT Perusahaan Listrik Negara itu menginginkan pembubaran Petral secepatnya. Namun, Dahlan menyatakan dengan dihapusnya Petral bukan berarti Pertamina akan melarikan diri dari kasus penyelewengan tender minyak Petral ke KPK.

"Tidak ada urusannya dengan menghapus jejak. Kalau diperiksa atau tidak terserah KPK. Pertamina tidak takut, tetapi merasa terganggu," katanya.

Sementara itu, Wakil Presiden Komunikasi Korporat, Mochamad Harun, menjelaskan, PT Pertamina telah sangat terbuka dan transparan dalam upaya memenuhi kebutuhan BBM nasional melalui kegiatan impor.

Kegiatan impor BBM dan juga minyak mentah oleh Pertamina selama ini semata-mata untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pertumbuhan kebutuhan BBM nasional harus diakui sejauh ini telah melampaui pertumbuhan kemampuan nasional dalam upaya pemenuhannya, sehingga impor masih diperlukan.

“Yang paling penting adalah bahwa proses impor tersebut sudah dilakukan dengan terbuka, dalam artian siapa pun yang kredible dan mampu, boleh ikut dalam proses impor BBM. Dengan demikian, Pertamina memiliki pilihan atas penawaran dengan harga terbaik,” katanya.

Dalam melakukan impor BBM dan juga minyak mentah, sebagaimana juga dilakukan oleh perusahaan minyak dunia lainnya, Pertamina memiliki anak perusahaan yang berperan besar dalam menyokong kegiatan perdagangan BBM dan minyak mentah yang efisien bagi perusahaan, yaitu Pertamina Energy Trading Ltd (Petral). Petral merupakan anak perusahaan yang didirikan berdasarkan Companies Ordinance Hong Kong, yang 99,83 persen sahamnya dimiliki oleh Pertamina.

Petral juga berfungsi sebagai market intelligent bagi Pertamina dan berperan penting bagi pencapaian perusahaan dalam membukukan efisiensi impor BBM senilai US$283 juta pada 2011. Pada 2011, Petral telah membukukan laba bersih (unaudited) sebesar US$47,5 juta atau naik 53 persen dibandingkan laba bersih audited 2010.

“Sebagai trading arm Pertamina, aktivitas perdagangan Petral utamanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan Pertamina, selain juga untuk pihak ketiga,” tuturnya.

Selama tahun lalu, Petral merealisasikan volume perdagangan minyak mentah dan produk sebanyak 266,42 juta barel. Perdagangan minyak mentah Petral mencapai 65,74 juta barel atau rata-rata sekitar 180.000 barel per hari (bph), sedangkan perdagangan produk mencapai 200,68 juta barel atau rata-rata sekitar 550.000 bph. (art)

Popular Posts