Dahlan: 1 Maret Holding BUMN Kebun Terbentuk

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Senin, 13 Februari 2012

Dahlan: 1 Maret Holding BUMN Kebun Terbentuk

VIVAnews - Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, menargetkan agar pembentukan induk usaha BUMN perkebunan dapat efektif pada Maret 2012.

Nantinya, induk usaha BUMN perkebunan akan diarahkan untuk membeli perusahaan perkebunan di Malaysia. "Saya sih mau 1 Maret efektif," kata Dahlan di Jakarta, Senin 13 Februari 2012.

Jika efektif berjalan 1 Maret 2012, dia menambahkan, laba BUMN perkebunan pada 2011 yang mencapai Rp3,6 triliun diprediksi naik 47,22 persen menjadi minimal Rp5,3 triliun.

Menurut Dahlan, saat ini, proses pembentukan induk usaha BUMN perkebunan sedang dikebut oleh Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN, Pandu Djajanto.

Ia menjelaskan bahwa proses itu masih menunggu persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat dan pengesahan melalui peraturan Presiden.

Dahlan menuturkan, nantinya PT Perkebunan Nusantara III akan menjadi perusahaan induk. Saat ini, dia juga telah mengantongi nama-nama calon direksi induk usaha BUMN perkebunan tersebut. Namun, ia enggan menyebutkan siapa saja yang akan masuk dalam jajaran direksi, karena masih menunggu persetujuan pembentukan induk usaha dari DPR.

Menurut dia, pembentukan induk usaha BUMN perkebunan akan membuat perusahaan perkebunan milik pemerintah semakin kuat.

Ia menargetkan pada 2013-2014, BUMN akan mulai berekspansi ke luar negeri. "Kalau seluruh BUMN perkebunan bersatu bisa memupuk laba Rp10 triliun. Apa salahnya gantian, kita membeli perkebunan Malaysia," ujar Dahlan.

Terkait dengan rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) PTPN VII, Dahlan melanjutkan, akan diproses setelah pembentukan induk usaha BUMN perkebunan.

Kalau dengan pembentukan induk usaha tersebut membuat PTPN VII menjadi lebih kuat, dan perusahaan induk ternyata mampu mendanai untuk ekspansi usaha PTPN VII, IPO tidak diperlukan lagi.

"Kalau holding bisa mengatasi keperluan itu, kenapa nggak ambil dana dari induk usaha? Jadi, meski izin IPO PTPN VII oke, tetap kami lihat menguntungkan atau tidak," katanya. (art)

Popular Posts