Alasan Pemerintah Stop Ekspor Rotan

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Sabtu, 25 Februari 2012

Alasan Pemerintah Stop Ekspor Rotan

VIVAnews - Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa hampir semua rotan yang digunakan untuk produksi maupun keperluan ekspor dihasilkan dari alam, bukan hasil budidaya.

"Jadi, rotan itu hampir 100 persen dipetik dari hutan, belum budidaya," kata  Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, di kantornya, Jakarta, Kamis 3 November 2011.

Untuk itu, Kementerian perdagangan meminta Kementerian Kehutanan untuk menetapkan ketentuan ambang lestari bagi kawasan rotan sebagai kelanjutan dari pernyataan Menteri Perdagangan Gita Irawan Wirjawan soal tujuan pemberhentian atau setop ekspor untuk kelestarian hutan.

"Kita berharap Kementerian Kehutanan bisa mengeluarkan ketentuan mengenai ambang lestari rotan," ungkapnya.

Untuk itu, Bayu menyarankan adanya ambang lestari kawasan rotan harus segera ditetapkan.

Sebelumnya, Gita Wirjawan menyatakan bahwa penghentian ekspor rotan ini salah satunya karena pertimbangan kelestarian hutan. Hal senada juga dikatakan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, ekspor bahan baku rotan berimbas pada maraknya ilegal rotan, ekspor ilegal, dan rotan laundering.

Sebagai informasi, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan sempat berbeda pendapat mengenai revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2009 tentang Ekspor Rotan.

Mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu masih berharap ekspor bahan baku rotan tetap dibuka, sedangkan Menteri Perindustrian MS Hidayat sebaliknya.

Hidayat ngotot, ekspor rotan dihentikan, karena dianggap mematikan industri kerajinan rotan dalam negeri, yang kekurangan bahan baku. Dari data yang diungkap sebelumnya, sebanyak 60-63 ribu rotan diserap industri dalam negeri, sedangkan 30-35 ribu diekspor. (umi)

Popular Posts