Konversi BBM, Berapa Kebutuhan Gas?

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Senin, 30 Januari 2012

Konversi BBM, Berapa Kebutuhan Gas?

VIVAnews - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan pasokan gas alam untuk program konversi bahan bakar minyak (BBM) menjadi bahan bakar gas (BBG) jenis compressed natural gas (CNG) untuk transportasi mencapai 82,8 juta kaki kubik per hari (mmscfd).

Menteri ESDM, Jero Wacik, menjelaskan, peruntukan gas sebanyak itu dengan rincian wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat sebanyak 26,1 juta kaki kubik per hari, Jawa Timur 6,7 juta kaki kubik per hari, dan standby gas 50 juta kaki kubik per hari.

"Ketersediaan gas itu sudah lebih dari cukup," kata Jero dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR-RI di Jakarta, Senin 30 Januari 2012.

Ia menjelaskan, standby gas sebanyak 50 juta kaki kubik per hari akan diambil dari Blok Kangean, Jawa Timur, yang pada awalnya dialokasikan untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Penggunaan CNG ini akan dialokasikan khusus untuk transportasi umum.

Sementara itu, untuk kendaraan pribadi akan diarahkan menggunakan liquefied gas for vehicle (LGV).

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Legowo, mengatakan, gas yang dibutuhkan untuk diversifikasi BBM ke CNG sebanyak 32,8 juta kaki kubik per hari bagi wilayah Jawa-Bali pada 2012. Sementara itu, pada 2013, CNG yang dibutuhkan meningkat menjadi 65,6 juta kaki kubik per hari dan 2014 sebanyak 82 juta kaki kubik per hari.

Untuk wilayah Sumatera, program konversi akan dimulai pada 2013 dengan kebutuhan gas sebanyak 8,8 juta kaki kubik per hari dan pada 2014 meningkat menjadi 13,2 juta kaki kubik per hari.

Sementara itu, untuk wilayah Kalimantan membutuhkan gas sebanyak 0,8 juta kaki kubik per hari pada 2013 dan naik menjadi 1,2 juta kaki kubik per hari setahun kemudian.

Selanjutnya, untuk wilayah Sulawesi, program konversi BBM menjadi BBG baru dimulai pada 2014 dengan kebutuhan CNG sebanyak 0,32 juta kaki kubik per hari.

Untuk diversifikasi BBM ke LGV di Jawa-Bali pada 2012,  dia menambahkan, diperlukan sebanyak 681 ribu ton dengan estimasi penggunaan LGV lima liter per kendaraan per hari. Pada 2013, kebutuhan LGV meningkat menjadi 1 juta ton dan naik lagi menjadi 1,3 juta ton pada 2014.

Untuk wilayah Sumatera dibutuhkan LGV sebanyak 239 ribu ton pada 2013 dan naik menjadi 297 ribu ton pada 2014. Kalimantan membutuhkan LGV sebanyak 87 ribu ton pada 2013 serta naik menjadi 108 ribu ton pada 2014.

Sulawesi untuk kebutuhan serupa memerlukan 94 ribu ton pada 2014, sedangkan di Maluku dan Papua membutuhkan LGV sebanyak 14 ribu ton. "CNG harus berada di dekat sumber gas, sedangkan LGV nggak perlu. Bentuk cair, tidak memerlukan SPBG khusus dan penyaluran melalui dispensernya pun dalam bentuk cair," katanya. (art)

Kerja di rumah

Popular Posts