Hotel di Yogya Makin Banyak , Tarif Pun Turun

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Rabu, 18 Mei 2011

Hotel di Yogya Makin Banyak , Tarif Pun Turun

VIVAnews - Yogyakarta merupakan daerah kedua kunjungan wisatawan domestik maupun asing setelah Bali. Namun, 'kue' kunjungan wisatawan diperkirakan belum dirasakan secara merata oleh pelaku wisata, khususnya industri perhotelan.

"Meski kunjungan wisata meningkat sekitar 20 persen dibandingkan biasanya, tetapi peningkatannya belum dirasakan para pengusaha perhotelan," kata Deddy Pranowo Eryono, Ketua Badan Promosi Pariwisata, Kota Yogyakarta, Rabu 18 Mei 2011

Menurut Deddy, belum meratanya kue wisatawan tersebut dipicu banyaknya penginapan baru yang dibangun dan adanya penambahan jumlah kamar pada hotel-hotel yang sudah ada. Situasi itu mendorong terjadinya banting harga oleh pemilik hotel berbintang, sehingga hotel kelas melati tidak laku lagi.

"Kondisi ini perlu pembenahan segera oleh PHRI (Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia), juga pemerintah agar pemilik hotel kelas melati tetap hidup," ujarnya.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat ini akan ada tujuh hotel baru kelas bintang di Yogyakarta yang akan segera beroperasi, sehingga akan menambah sengit persaingan hotel yang ada di kota Gudeg tersebut. "Tentunya, wisatawan akan menambah pilihan untuk menginap dengan tarif yang murah. Namun, di sisi lain akan mematikan hotel lama yang telah berdiri," kata Deddy.

Lebih lanjut, Deddy menuturkan, agar 'kue' wisata ini terbagi rata maka promosi kunjungan wisata harus diperbanyak, seperti promosi yang dilakukan pemilik hotel melalui web site. "Kerja sama dengan agen wisata juga harus terus dibangun agar 'kue' wisatawan dapat merata terbagi di semua hotel yang ada di Yogyakarta," ujarnya.

Laporan: Juna Sanbawa | Yogyakarta

Related Posts:

Kerja di rumah

Popular Posts