Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Minggu, 29 Mei 2011

Ini Modus Penjualan BBM Ilegal

VIVAnews - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas  terus melakukan pengawasan dan menyisir stasiun pengisian bahan bakar umum  untuk mengantisipasi terjadinya penjualan bahan bakar minyak bersubsidi tidak sesuai peruntukkan (ilegal) yang marak belakang ini.

Namun BPH Migas menegaskan, sebetulnya modus penjualan BBM ilegal tidak hanya terjadi di SPBU-SPBU, tapi juga dilakukan di instansi pemerintah maupun swasta.

Menurut Anggota Komite BPH Migas, Adi Subagyo saat dihubungi VIVAnews.com di Jakarta, Senin 30 Mei 2011, ada dua modus penjualan BBM ilegal yang sampai saat ini masih juga sering terjadi, meski sudah dilakukan tindakan atau pemberian sanksi. Pertama, pembelian BBM bersubdisi yang dilakukan dengan menggunakan wadah penampungan minyak (jerigen) atau tangki kendaraan yang telah dimodifikasi. "Biasanya, itu dilakukan ada kerja sama oknum operasional SPBU dengan pengecer," ujarnya.

Kedua, penjualan BBM yang dilakukan oknum yang menjual jatah bahan bakar yang diterima instansinya kepada industri atau masyarakat dengan harga di bawah standar. "Jadi, mestinya BBM itu dijual atau diperuntukkan kepada anggota instansi tersebut, tapi malah disalurkan atau dijual kepada industri dan masyarakat dengan harga di bawah pasar," ujar Adi.

Sebelumnya, pengusaha SPBU yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi atau Hiswana Migas berharap BPH Migas menindak tegas penjual bahan bakar minyak bersubsidi yang tidak sesuai peruntukan. "Jadi, jangan hanya oknum pengelola SPBU yang dikenai sanksi, tapi para pengusaha eceran BBM juga mesti ditindak," kata Ketua Umum Hiswana Migas, Eri Purnomohadi, saat dihubungi VIVAnews.com di Jakarta.

Menurut Eri, timbulnya tindakan menjual BBM bersubsidi tidak sesuai peruntukan dan secara ilegal tersebut diduga didorong aksi para pengecer yang mengiming-imingi keuntungan besar atau mengajak kerja sama dengan manajemen SPBU yang nakal. "Tentunya, kalau ingin ditindak harus sampai ke akar-akarnya, jangan pilih-pilih," ujarnya.

Dia menambahkan, semestinya BPH Migas atau PT Pertamina menempatkan orang di setiap SPBU untuk mengawasi penjualan BBM yang menggunakan jerigen atau tangki kendaraan yang telah dimodifikasi. (umi)

Hatta: Pengguna Pertamax Jangan ke Premium

VIVAnews – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa meminta kepada pengguna bahan bakar minyak jenis Pertamax agar tak pindah ke Premium. Sebab hingga hari ini, pemerintah belum membicarakan kenaikan harga BBM, seperti santer terdengar. Ia menjamin kenaikan harga BBM tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. 

"Kita belum sampai pada pembicaraan apakah akan menaikkan harga BBM atau tidak. Sama sekali belum ada pembicaraan itu," kata Hatta usai membuka Working Level Task Force Meeting antara Indonesia dan Korea Selatan, di Hotel Wetin, Nusa Dua, Bali, Rabu 18 Mei 2011.

Kendati begitu, ia tak menampik subsidi bahan bakar telah membebani negara, terlebih ketika harga minyak melonjak tinggi, maka beban negara bertambah berat. “Karena sebagian besar BBM kita impor," katanya. "Tetapi dengan penguatan rupiah, sedikit mengurangi beban itu.”

Ia mengajak agar masyarakat menghemat BBM bersubsidi. Bila tidak, bisa saja kuota Premium melonjak melampaui kuota. "Kalau kuota Premium berlebih, pasti subsidi membengkak," katanya.

Hatta meminta agar subsidi BBM juga dapat tepat sasaran. Selain itu, ia menilai, dana subsidi BBM dapat dialihkan bagi pembangunan ekonomi nasional, utamaya untuk pengembangan infrastruktur.

"Tetapi semua itu kita jangan melihat untung rugi, tetapi bagaimana kita bisa memberikan subsidi itu tepat sasaran," katanya. (Laporan: Bobby Andalan, Bali, umi)

8 Enterpreneur Cilik Dunia Paling Sukses (I)

VIVAnews - Masyarakat dunia selama ini mengenal Mark Elliot Zuckerberg sebagai pebisnis muda yang berhasil membangun sebuah kerajaan bisnis yang menggurita.  Pendiri situs jejaring sosial Facebook ini bahkan dinobatkan sebagai nomor 1 dari daftar “100 Peringkat Orang Paling Berpengaruh di Era Informasi".

Pada era sebelumnya, William Henry Gates II atau lebih dikenal sebagai Bill Gates tampil sebagai pebisnis muda yang mampu membangun bisnis raksasa di bidang informasi teknologi.

Pengalaman-pengalaman itu pula yang mungkin mengilhami beberapa pemuda untuk mulai masuk dunia bisnis dalam usia yang relatif muda.

Seperti dikutip dari laman money.cnn.com, Minggu, 29 Mei 2011, saat ini terdapat 8 enterprenur muda dengan sepak terjang yang harus diawasi terus.

Ke delapan enterpreneur ini dianggap memiliki masa depan gemilang dengan gagasan bisnis yang ada di benak mereka.

Inilah 8 enterpreneur muda yang harus menarik perhatian dunia.

1. Lean Archer (15 Tahun)

Pemudi berusia 15 tahun ini membuktikan bahwa menjalankan bisnis skala kecil yang bisa meraih kesuksesan bisa dibuat layaknya tempat bermain anak-anak.

Leanna Archer memutuskan untuk menjadi pebisnis di bidang perawatan rambut ketika berusia 11 tahun.

"Idenya datang ketika saya menerima banyak sanjungan mengenai rambutku dan seketika itu saya sadar harus berterima kasih pada produk rumahan yang saya buat," kata Archer. "Saya tidak akan kehilangan apa-apa karena saya pikir kalau ini tidak berhasil, perjalanan hidup saya masih panjang."

Perusahaan yang didirikan Archer, Leanna's Inc, membuat delapan produk organik, produk perawatan rambut, yang didalamnya termasuk tata rambut, krim rambut dan sampo.

Rahasia produknya merupakan resep turun menurun di keluarganya sejak lama dan dijamin bebas dari zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

Tahun lalu, Leanna's Inc mampu meraup pendapatan lebih dari US$100 ribu. Pebisnis cilik asal Long Island menargetkan pertumbuhan menjadi lebih dari US$300 ribu. Saat ini, perusahaan tengah berencana membangun kantor perwakilan di seluruh wilayah Amerika Serikat.

2. Robert Nay (14 Tahun)

Pada usia 14 tahun, permainan pertama yang dibuat Robert Nay, Bubble Ball, telah diunduh lebih dari 2 juta sejak dua pekan diluncurkan. Hal yang tidak terlalu buruk mengingat rata-rata permainan mobile hanya diundur beberapa ribu kali. 

Pada Januari lalu, Bubble Ball malah berhasil mengalahkan game mobile terbesar Anggry Birds sebagai permainan yang banyak diunduh dalam fasilitas Apple App store.

"Teman saya mengusulkan agar membuat permainan yang bisa digunakan di perangkat Apple. Saya berpikir ini hal yang menarik dan saya pun mencobanya," kata Nay.

Tanpa latar belakang ilmu pengkodean dalam komputer, Nay pergi ke perpustakaan publik untuk mempelajari bagaimana membuat program permainan.

Satu bulan setelah membaca beberapa buku dan memproduksi lebih dari 4.000 kode-kode program, Bubble Ball berhasil dibuat. Total biaya untuk memproduksi permainan ini mencapai US$1.200 yang berasal dari sumbangan orangtua Nay untuk membeli komputer Machintos dan perangkat lunak berlisensi.

Program permainan Puzzle yang tersedia untuk Apple dan perangkat berbasis Android ini, kini sudah diunduh lebih dari tujuh juta kali.

Perusahaan pengembangan permainan yang sudah memasuki tahun ke delapan ini, Nay Games, saat ini sedang mengembangkan beberapa tambahan baru pada Bubble Ball seperti proyek program lainnya.

3. Mark Bao (18 Tahun)

Pada usia 18 tahun, Mark Bao yang merupakan warga New York dinobatkan sebagai enterpreneur teknologi dan philanthropi paling sukses. Pemuda belasan tahun ini telah menjual tiga perusahaan website dimana dua diantaranya dianggap memberikan keuntungan sangat besar.

Satu perusahaan web-nya telah memperoleh anggota lebih dari seperempat juta hanya dalam tiga minggu setelah diluncurkan. Bao juga kini telah mulai mendirikan yayasan non-profit.

Perusahaan lamanya yang seluruhnya dibiayai sendiri yaitu threewords.me, situs media sosial dimana anggotanya menggambarkan tiga kata mengenai kepribadian temannya, Atomplan, perangkat manajemen bisnis kecil, dan Facebook Idol, aplikasi layaknya American Idol.

"Saya selalau tertarik dengan teknologi dan bagaimana ini bisa membuat perubahan," kata Bao. "Aksi enterpreneur menciptakan perubahan."

Perusahaan yang kini dibangunnya, Supportbreeze, adalah perangkat layanan konsumen yang membantu pebisnis dalam mengelola permohonan. Layanan ini secara dramatis membantu mengurangi waktu dan penggunaan tenaga kerja.

4. Lizzie Marie Likness (11 Tahun)

Juru masak yang mampu memberikan insiprasi sejak berusia dua tahun ini, dianggap sedang dalam jalurnya untuk menjadi pengganti Rachel Ray, juru masak yang membawakan program memasak di televisi.

Suatu ketika, orangtua Lizzie pernah bertanya bagaimana caranya memperoleh uang. Seketika itu, Lizzie menjawab, "Saya menjual makanan rumahan yang sehat untuk pasar lokal." Sejak saat itu, Lizzie dianggap sebagai pendiri dari Lizzie Marie Cuisine.

"Lizzie Marie Cuisine sangat unik karena saya mengajarkan anak-anak bagaimana memasak makanan sehat yang menyenankan dan bagaimana hidup sehat," ujar Lizzie. "Perusahaan saya mengajarkan masyarakat, tidak hanya memakan yang sehat tetapi juga bagaimana hidup sehat."

Beberapa tahun kemudian, pembicaraan mengenai resep originil dan kemampuan untuk memberdayakan kaum modal yang dimiliki Lizzie menjadi percakapan hangat penduduk lokal. Lizzie kemudian mendapat sejumlah undangan untuk memamerkan caranya memasak bersama sejumlah koki terkenal dalam sebuah acara.

Saat ini, Likness merupakan serial televisi paling diminati di WebMD Fit Channel dengan nama program Healthy Cooking with Lizzie. Dia juga baru saja menandatangani kontrak program terkenal TV terkenen dengan salah satu perusahaan di New York, DBG. Serta agen pemasaran digital global, Digitas. 

Investasi Jepang Terbesar Ketiga di Indonesia

VIVAnews - Jepang tetap menjadi salah satu negara dengan investasi terbesar di Indonesia pascabencana gempa dan tsunami bulan lalu. Jepang menempati peringkat tiga dalam hal investasi, atau mencapai US$345,2 miliar dengan 78 proyek pada triwulan I-2011.

Menurut Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Azhar Lubis, musibah Jepang tidak menyurutkan investasinya ke Indonesia. Bahkan, kemungkinan untuk menghentikan investasi juga sangat kecil karena dampaknya akan merugikan mereka.

"Ini kan sudah komitmen mereka, apalagi sudah jalan (proyek). Saya kira ini akan memberikan biaya untuk mereka juga, karena menyangkut uang yang besar," ujarnya di kantor BKPM, Jakarta, Rabu 20 April 2011.

Dia menjelaskan, dampak bencana Jepang terhadap investasi di Indonesia belum terlihat hingga saat ini. Meski komponen kendaraan bermotor asal Jepang terhenti, bukan berarti pabrik di Indonesia tutup. "Mereka tetap ekspansi," tambahnya.

Berikut urutan lima besar negara yang menempatkan investasi di Indonesia:

1. Singapura, investasi US$1.138,7 miliar dengan 142 proyek.
2. Amerika, investasi US$359,1 miliar dengan 24 proyek.
3. Jepang, investasi US$345,2 miliar dengan 78 proyek.
4. British Virgin Islands, investasi US$198,3 miliar dengan 30 proyek.
5. Inggris, investasi US$163,0 miliar dengan 36 proyek.

Lain-lain investasi US$2.191,4 miliar dengan 592 proyek. Tercatat, untuk keseluruhan investasi sebesar US$4.395,7 miliar, dengan 902 proyek pada triwulan I-2011. (art)

PPATK: Korban Malinda Lebih dari 50 Orang

VIVAnews - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menduga lebih dari 50 orang menjadi korban dugaan penggelapan dana yang dilakukan Inong Malinda atau Malinda Dee.

Untuk itu, mulai hari ini, PPATK melakukan audit khusus atas rekening-rekening Malinda maupun para korban. "Audit akan dilaksanakan selama tujuh hari dan bisa bertambah bila diperlukan," kata Direktur Pengawasan dan Kepatuhan PPATK, Subintoro, di kantornya, Jakarta, Senin 18 April 2011.

Subintoro menjelaskan, audit khusus atas sejumlah rekening itu dimaksudkan untuk mengetahui aliran dana, tingkat kepatuhan hingga mendapatkan profil nasabah.

Dia menambahkan, audit khusus ini menyangkut ke mana saja aliran dana, baik dana Malinda maupun dana para korban. Lalu, mendapatkan profil para nasabah di antaranya nasabah high risk, medium risk, dan low risk.

"High risk itu maksudnya politically exposed person. Untuk medium dan low risk tentu saja pengaruhnya di bawah level itu," ujar dia.

Kendala yang mungkin akan ditemui dalam pelaksanaan audit khusus itu, menurut Subintoro, adalah menyangkut informasi aliran dana dan tingkat kepatuhan Citibank. Karena itu, PPATK berharap Citibank dapat kooperatif.

"Kami sudah menerjunkan enam pemeriksa senior yang sudah berpengalaman. Oleh karena itu kendala-kendala ini kemungkinan dapat diminimalisir," ujarnya. (eh)

Pengusaha Sambut Positif Moratorium Hutan

VIVAnews - Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) menilai bahwa moratorium hutan, yang baru diterbitkan pemerintah, memiliki dampak positif bagi produk mereka di pasar dunia.   

"Dengan adanya Inpres harga kayu dari Indonesia, maka produk turunannya akan lebih baik. Moratorium itu positif bagi perusahaan," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Riau, Endro Siswoko, dalam keterangan pers yang diperoleh VIVAnews.com, Minggu 29 Mei 2011.

Endro mengingatkan agar Inpres Nomor 10 tahun 2011 tentang Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut itu tidak buru-buru dinilai negatif.

"Kebijakan yang dibuat itu tentu memiliki dampak, baik positif maupun negatif. Tergantung dilihat dari sisi mana. Ketika kebijakan itu dijalankan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pengusaha," sebutnya.   

Dia mencontohkan ketika terjadi gempa dan tsunami di Jepang beberapa waktu lalu, orang menilai akan menimbulkan dampak negatif bagi ekspor produk kayu Indonesia.

Namun yang terjadi saat ini adalah industri panel dan kayu dalam negeri kesulitan memenuhi permintaan negara yang sedang melakukan rekonstruksi itu.

"Jadi apa yang kami nyatakan jelek, bisa menjadi baik dan begitu juga sebaliknya. Bisa saja dengan adanya Inpres moratorium itu pengusaha mendapatkan insentif, kemudian 'premium price' untuk produk yang dijual," jelasnya.   

Lebih lanjut dia memaparkan, kondisi itu terjadi karena para buyer (pembeli) di luar negeri telah mengetahui Indonesia telah menjalankan aturan dalam menjaga lingkungan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan dari deforestasi bagi dunia.   

Meski demikian, sambungnya, APHI Riau masih menjaring masukan dari para anggotanya pasca terbitnya Inpres moratorium itu.   

"Bagi mereka yang izinnya sudah terbit, maka Inpres itu tidak jadi masalah. Tapi tidak dengan mereka yang masih dalam proses pengurusan izin," katanya.

Laporan: Ali Azumar | Riau

Kerja di rumah

Popular Posts