Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Rabu, 29 Desember 2010

Menebak Level Indeks Bursa Akhir 2010

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam tiga hari terakhir berhasil ditutup menguat, meski sudah mendekati hari terakhir perdagangan saham 2010, hari ini, Kamis 30 Desember 2010.

Namun, apakah pada perdagangan tutup tahun hari ini indeks masih berpeluang menguat seperti pada hari terakhir transaksi 2008 dan 2009? Berikut, penuturan para analis dalam prediksinya.

Seperti diketahui, pada transaksi terakhir tahun lalu atau 30 Desember 2009, IHSG ditutup menguat 15,36 poin atau 0,60 persen ke level 2.534,36. Sedangkan di hari terakhir perdagangan 30 Desember 2008, indeks menguat 14,52 poin (1,08 persen) di posisi 1.355,41.

Satrio Utomo, kepala riset PT Universal Broker Indonesia berpendapat, peluang IHSG ditutup positif di hari terakhir tahun ini cukup besar. Sebab, aksi beli pelaku pasar terhadap sejumlah saham di bursa diprediksi tetap tinggi.

"Terutama, pada saham-saham blue chips (unggulan) yang memiliki fundamental menjanjikan dan rencana aksi korporasi," tuturnya kepada VIVAnews.com di Jakarta.

Saham-saham tersebut, menurut dia, antara lain PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Selain itu, Tomi, panggilan akrab Satrio Utomo menambahkan, biasanya di hari terakhir akan ada saham-saham yang mengalami window dressing atau cenderung naik hingga akhir tahun.

"Bahkan, harga minyak yang bisa menembus US$100-105 per barel yang akan diikuti harga komoditas turut memberikan sentimen positif ke bursa," ujarnya.

Dia memperkirakan, IHSG berakhir menguat di akhir transaksi 2010 dan berpotensi menembus level 3.700. Sebab, bursa regional Asia yang positif dan harga minyak mentah dunia yang cenderung naik bisa menjadi pemicunya.

"Namun, kalau untuk menembus rekor tertinggi yang pernah dicapai indeks tahun ini di level 3.777 agak susah ya. Bahkan, untuk mencapai level 3.750," tutur Tomi.

Pada transaksi kemarin, Rabu 29 Desember 2010, IHSG ditutup naik 39,22 (1,07 persen) ke level 3.699,22.

Sementara itu, Pardomuan Sihombing, kepala riset PT Recapital Securities berpendapat, indeks diperkirakan bergerak mendatar (mixed) karena window dressing sudah terealisasi dan kalau pun terjadi kenaikan relatif terbatas.

"Sebab, tetap diwaspadai adanya aksi profit taking (ambil untung) investor di akhir tahun," ujarnya.

Dia memperkirakan IHSG pada hari ini bergerak pada kisaran batas bawah (support) di posisi 3.670 dan batas atas (resistance) pada level 3.723. (art)

2011, Indonesia Bakal Sulit Impor Beras

VIVAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan Indonesia bakal kesulitan mengimpor beras pada tahun 2011. Pasalnya negara produsen beras mulai membatasi ekspor.

"Saya baru saja pulang dari Hanoi, mereka melakukan pengetatan ekspor beras," kata Kepala BPS Rusman Heriawan di Kantor Pusat Badan Pemerika Keuangan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, 29 Desember 2010.

Menurut Rusman, Vietnam dan Thailand kemungkinan bakal mengerem ekspor beras pada tahun depan. Langkah itu dampak dari anomali cuaca dan kebijakan untuk memperkuat cadangan sendiri.

BPS mengatakan satu-satunya upaya mengatasi sulitnya impor beras hanya dengan meningkatkan produksi padi nasional. "Perlu ada jalur khusus untuk tingkatkan produksi," kata Rusman.

BPS mengaku memberikan perhatian penuh pada dampak komoditas beras terhadap inflasi. Sebab beras, satu-satunya komoditas yang diburu masyarakat, kendati harga tengah melonjak.

Pada bagian lain, Rusman juga memberikan perhatian pada kenaikan harga minyak mentah dunia. BPS berharap pemerintah tidak memberikan reaksi berlebihan terhadap kenaikan minyak dan cukup mengikuti perkembangan.

Pemerintah, dia melanjutkan, harus memikirkan persoalan kenaikan harga minyak mentah terhadap kapasitas fiskal. "Apakah mampu untuk membiayai subsidi," katanya.

Kalaupun pemerintah memutuskan tetap mempertahankan harga bahan bakar minyak, BPS berharap langkah itu diikuti dengan pendalaman kapasitas fiskal Indonesia.

"Sepanjang tahun ini minyak berkisar US$70-80 per barel, kalau masih US$90 per barel itu batas psikologis aman. Kalau tembus US$100 per barel harus dicari opsi lain dan tidak selalu menaikkan harga BBM," kata Rusman. (hs)

Super Kaya dari Bisnis Penerbangan Murah

VIVAnews - Majalah Forbes belum lama ini kembali merilis daftar 40 orang terkaya di Indonesia pada 2010. Nilai kekayaan 40 orang super kaya itu mencapai US$71 miliar atau sekitar Rp640 triliun.

Jumlah tersebut meningkat pesat dibandingkan tahun lalu yang tercatat US$42 miliar atau hampir Rp380 triliun.

Pada urutan pertama, pemilik grup Djarum, Budi dan Michael Hartono, tercatat sebagai orang paling kaya di Indonesia. Total kekayaannya senilai US$11 miliar atau hampir Rp100 triliun.

Sementara itu, tujuh pendatang baru memupuk kekayaan lebih dari US$8 miliar atau sekitar Rp72 triliun.

Dari daftar 40 orang terkaya tersebut, terdapat juga pendiri maskapai penerbangan Lion Air, Kusnan dan Rusdi Kirana. Total kekayaan mereka mencapai US$580 juta atau sekitar Rp5,22 triliun. Kusnan yang berusia 51 tahun dan Rusdi (47) menempati peringkat ke-34 orang terkaya di Indonesia.

Sejak sepuluh tahun lalu, kedua kakak beradik ini mengumpulkan tabungan mereka untuk mendirikan maskapai dengan harga tiket terjangkau (low cost carrier).

Kini, lewat kerja kerasnya, Lion Air berkembang pesat menjadi maskapai penerbangan terbesar kedua di Indonesia dengan pertumbuhan cukup cepat. Bahkan, maskapai itu berniat untuk menjadi salah satu maskapai terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Lion Air pun menambah 137 armada pesawat dari saat ini sebanyak 57 unit. Bahkan, menurut Forbes, Lion Air akan membangun hanggar perawatan pesawat dengan nilai investasi US$40 juta.

Maskapai penerbangan itu mulai mengangkasa pada 2000 dengan satu buah pesawat. Selama sekitar sepuluh tahun beroperasi, Lion Air kini terbang ke lebih dari 36 kota di Indonesia dan banyak tujuan-tujuan penerbangan lainnya, seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam dengan armada Boeing 737-900ER terbaru.

Selain menggunakan pesawat Boeing 737-900ER, Lion Air juga mengoperasikan Boeing 737-300, 400, dan Boeing MD-90. Dengan tambahan Boeing 737-900ER terbarunya, Lion Air menawarkan lebih banyak penerbangan non-stop dengan tarif terjangkau ke berbagai tujuan.

Anggota terbaru dari Next Generation B737 ini diklaim sebagai pesawat komersial berkoridor tunggal yang paling canggih di dunia. Pesawat mampu menampung hingga 213 penumpang dalam konfigurasi single class dan memiliki berat 9.550 ton (4.340 kilogram).

Ini Sasaran Kementerian Perumahaan di 2011

VIVAnews - Kementerian Perumahaan Rakyat sepanjang tahun ini berhasil menyerap dana sebesar Rp909,96 miliar atau setara dengan 94,34 persen. Adapun realisasi subsidi mencapai Rp2,99 triliun atau 96,5 dari pagu.

Sedangkan pada tahun depan (2011), kementerian menganggarkan pagu definitif sebesar Rp2,76 triliun. Dana alokasi tersebut masih ditambah anggaran subsidi sebesar Rp4,27 triliun.  "Dana itu akan digunakan untuk memenuhi target hingga tahun 2014," kata Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa di Jakarta.

Antara lain, kata dia, pembangunan rumah susun sejahtera sewa sebanyak 380 twin blok, fasilitas pembangunan perumahan swadaya sebanyak 50 ribu unit, fasilitas peningkatan kualitas swadaya sebanyak 50 ribu unit, fasilitas pembangunan PSU kawasan sebanyak 700 ribu unit, fasilitas pembangunan PSU perumahan swadaya sebanyak 50 ribu unit, fasilitasi dan simulasi penataan lingkungan pemukiman kumuh seluas 655 hektare, fasilitas pra sertifikasi dan pendampingan pasca sertifikasi sebanyak 30 ribu unit, fasilitas pembangangunan rumah khusus sebanyak lima ribu unit, dan bantuan subsidi perumahan bagi 1,35 juta unit.

Kementerian, menurut Suharso, akan bekerja sama dengan pemerintah daerah guna pemenuhan target penyediaan rumah pada hingga 2014. "Kita meminta pemerintah kota, kabupaten dan privinsi untuk membuat profil daerah mana yang akan dikembangkan untuk pembangunan pemukiman," ujarnya.

Dia meminta, pemerintah daerah turut serta membangun kawasan sehingga dana pembangunan akan terserap efektif. "Terbesar memang di pulau jawa," tutur Suharso.

Sementara itu, terdapat 66 juta kepala keluarga yang membutuhkan perumahan, di mana 4,8 juta unit tidak layak huni.

PIP Akui Diminta Menkeu Beli Newmont

VIVAnews - Menteri Keuangan Agus Martowardojo memerintah Pusat Investasi Pemerintah (PIP) membeli sisa saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggar sebesar 7 persen.

Hal itu diungkapkan Kepala PIP Saritaon Siregar dalam keterangan pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Rabu, 29 Desember 2010. "Tapi ini masih sebatas lisan, belum tertulis," katanya.

Saritaon mengatakan, permintaan itu disampaikan Menkeu sekitar dua pekan lalu. Selanjutnya, jika resmi ditunjuk sebagai pembeli, PIP bakal menggelar uji tuntas sekaligus melakukan negosiasi ulang nilai pembelian saham Newmont.

PIP mengaku siap menjalankan perintah dari atasannya itu. Bahkan kas internal siap dialokasikan untuk membeli sisa saham divestasi Newmont.

Sesuai kontrak karya, pemegang saham asing PT Newmont Nusa Tenggara wajib mendivestasikan hingga 51 persen saham ke pihak nasional secara bertahap hingga 2010. Karena 20 persen saham Newmont Nusa Tenggara saat berdiri telah dimiliki PT Pukuafu Indah, maka Newmont hanya wajib melepas 31 persen.

Divestasi itu dilakukan sejak 2006-2010, tiap tahun sebesar tujuh persen, kecuali pada 2006 yang hanya tiga persen. Saham divestasi 2006-2009 telah dibeli PT Multi Daerah Bersaing yang merupakan perusahaan patungan antara Pemda Nusa Tenggara Barat dengan PT Bumi Resources Minerals Tbk.

Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, proyek Batu Hijau milik Newmont Nusa Tenggara telah memproduksi 554 ribu oz atau sekitar 16,38 ton emas, dan 420 juta lbs (190 ribu ton) tembaga.

Proyek Batu Hijau di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, memiliki cadangan 8,6 juta oz (2,5 ribu ton) emas dan 8,6 miliar lbs (3,9 juta ton) tembaga. Proyek Batu Hijau diestimasikan memiliki usia cadangan tambang lebih dari 20 tahun.

Awal Tahun, 10 Perusahaan Siap Masuk Bursa

VIVAnews - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mensinyalir sepuluh perusahaan yang siap masuk bursa dan mencatatkan sahamnya (listing) pada kuartal pertama 2011.

Saham tersebut di antaranya adalah PT Mitrabahtera Segara Sejati, PT Sidomulya Selaras, dan PT Martina Berto.

"Mereka (masuk bursa) di kuartal pertama tahun depan. Di agenda ada sembilan sampai 10 perusahaan," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito, di Jakarta, Rabu 29 Desember 2010.

Mitrabahtera Segara Sejati akan melepas saham perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 15 persen kepada publik pada Maret 2011. Sedangkan Sidomulya Selaras, perusahaan transportasi bahan kimia dan berbahaya akan melepas 20 persen sahamnya kepada publik.

Sementara itu, induk produsen kosmetik Sari Ayu, PT Martina Berto menawarkan harga saham perdananya ke publik sebesar Rp675-975 per unit. Perseroan pun memastikan akan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 13 Januari 2011.

Indeks Akhir 2011

Di tempat terpisah, PT Samuel Sekuritas memprediksikan pada akhir 2011 indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup pada level 4.209, dengan asumsi rasio price to earning (PE) 16,7 kali.

"Pasar saham Indonesia masih memberikan imbal yang menarik," kata ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih.

Saat ini, rasio PE indeks bursa sudah mencapai 17 kali, atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata historikal dalam lima tahun terakhir, yaitu 13,15 kali.

Sedangkan return on equity (ROE) IHSG saat ini mencapai 34 persen, termasuk yang tertinggi di kawasan Asia.

Sebab, ROE indeks bursa di negara-negara berkembang Asia lainnya lebih rendah dibandingkan ROE indeks BEI. ROE indeks bursa India misalnya, tercatat 27,1 persen dan ROE indeks bursa Filipina 25,5 persen. (art)

Kerja di rumah

Popular Posts