Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Kamis, 01 Desember 2011

Bank BNI Sabet Gelar BUMN Terbaik Tahun Ini

VIVAnews - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbaik tahun ini dan menyabet gelar best of the best pada ajang Anugerah BUMN 2011 dengan tema inovasi untuk kinerja unggul.

Bank BNI menyabet gelar terbaik karena telah memenangkan tiga kategori. Dua kategori berhasil dipuncaki BNI, yaitu pemenang pertama dalam kategori inovasi pemasaran dan inovasi PKBL. Kemudian BNI berhasil bercokol di peringkat kedua pada kategori inovasi manajemen.

Selain itu, Direktur Utama PT BNI (Persero) Tbk, Gatot M Suwondo, juga dinominasikan dalam kategori CEO BUMN terbaik, namun dia dikalahkan oleh Direktur Utama PT Pelindo II (Persero), RJ Lino.

Menteri BUMN, Dahlan Iskan, berharap pada penganugerahan BUMN Awards tahun mendatang dapat diikuti oleh seluruh BUMN agar publik juga dapat menilai masing-masing kinerja BUMN.

"Saya ucapkan selamat pada teman-teman yang menang, tahun depan persaingan semakin tinggi, saya kira tahun depan puncaknya bukan best of the best tapi CEO terbaik, itu sebagai wujud pengabdian mereka," kata Dahlan Iskan, dalam sambutannya di acara Anugrah BUMN 2011, di Ballroom Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta, Kamis malam, 1 Desember 2011.

Sebagai informasi, anugrah BUMN tahun ini adalah kali kedua dilaksanakan. Pada 2010 lalu, yang menyabet gelar BUMN terbaik atau best of the best adalah PT Telkom (Persero) Tbk.

Berikut pemenang anugrerah BUMN 2011 :

A. Kategori Inovasi Manajemen BUMN Terbaik, pemenangnya :
1. PT Pertamina (Persero)
2. PT BNI (Persero) Tbk
3. PT Bukit Asam (Persero) Tbk

B. Kategori Inovasi Good Corporate Governence BUMN Terbaik, pemenangnya :
1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
2. PT Jasa Marga (Persero) Tbk
3. PT Pertamina (Persero)

C. Kategori Inovasi Produk Manufaktur BUMN Terbaik, pemenangnya :
1. PT PINDAD (Persero)
2. PT Biofarma (Persero)
3. PT INTI (Persero)

D. Kategori Inovasi Produk Agrikultur BUMN Terbaik, pemenangnya :
1. PT PN IV (Persero)
2. PT Sang Hyang Seri (Persero)
3. Perum Perhutani (Persero)

E. Kategori Inovasi Produk Jasa BUMN Terbaik, pemenangnya :
1. PT PLN (Persero)
2. PT Pos Indonesia (Persero)
3. Perum Pegadaian (Persero)

F. Kategori Inovasi Teknologi BUMN Terbaik, pemenangnya :
1. PT Bio Farma (Persero)
2. PT RNI (Persero)
3. PT PP (Persero) Tbk

G. Kategori Inovasi Pemasaran BUMN Terbaik, pemenangnya :
1. PT BNI (Persero) Tbk
2. PT Telkom (Persero) Tbk
3. Perum Pegadaian

H. Kategori Inovasi SDM BUMN Terbaik, pemenangnya :
1. PT Pupuk Kaltim
2. PT Telkom (Persero) Tbk
3. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk

I. Kategori Inovasi PKBL BUMN Terbaik, pemenangnya :
1. PT BNI (Persero) Tbk
2. PT Telkom (Persero) Tbk
3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

J. Kategori Inovasi Pelayanan Publik BUMN Terbaik, pemenangnya :
1. PT PLN (Persero)
2. PT KAI (Persero)
3. PT Pupuk Kaltim

K. Kategori Inovasi Strategi Bisnis Global, BUMN Terbaik, pemenangnya :
1. PT Biofarma. (Persero)
2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
3. PT Pertamina (Persero)

L. Kategori CEO BUMN Terbaik, pemenangnya :
1. RJ Lino dari PT Pelindo II (Persero) Tbk
2. Tommy Soetomo dari PT AP I (Persero) Tbk
3. Ignasius Jonan dari PT KAI (Persero)

M. Kategori Best of The Best, pemenangnya : PT BNI (Persero) Tbk (eh)

Pasca Heli Jatuh, Eksplorasi Newmont Lanjut

VIVAnews -- PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) kembali melanjutkan kegiatan pengeboran di kawasan Blok Elang Dodorinti di Kabupaten Sumbawa. Kegiatan pengeboran itu sempat terhenti menyusul jatuhnya helikopter milik Airfast  yang disewa PT Newmont di wilayah Tebing Kemilas pada 25 September 2011 lalu.

General Manager Eksplorasi Blok Elang, H. Kasan Mulyono mengatakan, aktivitas di base camp eksplorasi di Elang Dodo mulai dilakukan sejak Senin 28 November 2011. Artinya aktivitas eksplorasi sempat terhenti selama dua bulan lebih.

Kasan Mulyono mengatakan, PT Newmont Nusa Tenggara telah menyewa helikopter jenis Belt 412 EP milik Travira Air. Helikopter itu dapat digunakan untuk menaik turunkan penumpang dan barang di base camp eksplorasi di Elang. "Aktivitas eksplorasi kami lanjutkan kembali pada Senin 28 November 2011," kata Kasan Mulyono di Sumbawa Barat, Kamis 1 Desember 2011.

Helikopter Belt 412 itu nantinya juga akan mengangkut material menuju base camp eksplorasi PT NNT. Tidak hanya itu, menurut Kasan, heli  dapat digunakan untuk evakuasi kalau sewaktu-waktu terjadi kecelakaan. Kasan berharap dengan adanya helikopter tersebut aktivitas eksplorasi di Blok Elang Sumbawa berjalan lancar.

Pada 25 September 2011 lalu helikopter milik Airfast jatuh di wilayah tebing Kamilas Dusun Lamurung , Kabupaten Sumbawa. Dalam kecelakaan itu pilot, Agus Khairuddin dan loadmaster, Ari Palimpung ditemukan meninggal tidak jauh dari bangkai heli.

Eksplorasi cadangan emas dan tembaga di Blok Elang merupakan eksplorasi lanjutan. Sebelumnya tahun 2005 eksplorasi di Blok Elang itu sempat terhenti menyusul pembakaran kamp eksplorasi Newmont oleh warga setempat. Eksplorasi lanjutan itu dapat dilakukan setelah PT Newmont Nusa Tenggara mengantongi izin dari Pemerintah Indonesia pada November 2010. Izin tersebut mencakup kawasan hutan seluas 25.000 hektar dengan jangka waktu 20 tahun.

Dari eksplorasi di Blok Elang tersebut terdapat 116 lubang dengan jarak masing-masing 200 meter. Newmont akan mengebor lubang dengan jarak lebih dekat antara 50 sampai 75 meter. Potensi cadangan emas dan tembaga di Blok Elang lebih besar dibanding potensi cadangan emas dan tembaga di Batu Hijau Sumbawa Barat. (eh)

Laporan: Edy Gustan | Mataram

CT: Forbes Kok Senang Hitung Kantong Orang

VIVAnews - Majalah ekonomi Forbes belum lama ini merilis daftar 40 orang terkaya Indonesia. Total kekayaan dari 40 miliarder itu mencapai US$85,1 miliar atau setara Rp765,9 triliun, naik 19 persen dibanding tahun lalu yang mancapai US$71 miliar.

Dari 40 orang terkaya itu, salah satunya adalah Chairul Tanjung. Pengusaha kelahiran Jakarta, 16 Juni 1962 ini memiliki kekayaan US$2,1 miliar, dan menempati posisi 11 orang terkaya Indonesia.

Lalu bagaimana komentar dia? "Majalah Forbes kok senang banget hitung kantong orang lain sih?" kata dia sambil tertawa, dalam dialog 30 Tahun Chairul Tanjung Berkarya, di Jakarta, Kamis 1 Desember 2011.

Meski demikian, dia mengaku senang, sebab dengan masuk jajaran orang terkaya di Indonesia, semakin mudah meminjam uang ke bank. "Karena saya dianggap orang kaya," katanya.

Chairul mendapatkan kekayaan dari CT Corp (dulu Grup Para). Grup didirikan pada 1987, berbekal dari pinjaman Bank Exim sebesar Rp 150 juta.  Chairul mendirikan pabrik sepatu dengan membeli 20 mesin jahit.

Dari usaha itulah, Grup Para melebarkan sayap bisnis secara perlahan. Lompatan besarnya terjadi pada saat dia mengakuisisi Bank Karman pada 1996, dan mengganti namanya menjadi Bank Mega.

Saat itu, aksinya dipandang aneh karena pada saat krisis justru ia malah membeli bank. Namun, di tangannya, bank kecil yang hampir bangkrut tersebut malah berkembang pesat.

Pada 1998, Chairul mendapatkan izin siaran TransTV. Sejak itulah, nama Chairul makin berkibar. Bank Mega kian agresif melakukan akuisisi, mulai dari akuisisi Indovest Securities yang kini menjadi Mega Capital.

Kemudian, ia mengakuisisi Bank Tugu, membangun Bandung Supermall, membentuk Mega Asuransi Jiwa, membangun Bank Mega Tower hingga mengambilalih TV7 milik Grup Kompas-Gramedia yang kemudian diubah menjadi Trans7.

Pada 2006, Grup Para mulai terjun ke bisnis retail dengan mengakuisisi sejumlah franchise merek ternama di Indonesia, seperti Coffee Bean, Mahagaya Perdana, hingga membentuk Trans Lifestyle sebagai payung untuk bisnis retail.

Ekspansi dokter gigi yang jadi pengusaha ini juga terus berkembang. Dia mulai mengincar bisnis baru di pertambangan, energi, infrastruktur, hingga mengambil alih Carrefour Indonesia. Terakhir, Chairul memborong saham media online detik.com. (umi)

Warren Buffett Beli Koran Lokal AS

VIVAnews - Miliarder asal Amerika Serikat (AS), Warren Buffett berencana membeli sebuah perusahaan penerbit koran, termasuk koran yang beredar di kampung halamannya. Harga pembelian mencapai US$150 juta atau setara Rp1,35 triliun. Saat ini, pembicaraan pembelian tersebut masih berlangsung dan masih berkutat mengenai harga dan rencana Buffett membeli seluruh perusahaan media tersebut.

Seperti dikutip Reuters.com, pemilik Berkshire Hathaway ini berencana membeli Omaha World-Herald Co, enam media cetak harian, serta koran mingguan di Nebraska dan Iowa.

The World-Herald merupakan perusahaan media yang kepemilikan sahamnya sebagian besar dikuasai oleh para pegawainya. Sebanyak 80 persen saham perusahaan itu dipegang oleh pegawai dan sisanya milik Peter Kiewit Foundation.

Dilaporkan, Buffett bersedia membeli perusahaan tersebut senilai US$150 juta, atau sekitar US$1,109 per saham, dan US$50 juta lainnya dalam bentuk utang.

"Saya tidak akan melakukan hal ini, jika saya berpikir bahwa perusahaan ini dikutuk akan musnah dalam waktu dekat," ujar Buffett seperti dikutip dari laporan harian tersebut.

Buffett menilai, rencana investasi di perusahaan media tersebut sangat masuk akal. "Tak ada lagi keraguan karena fakta bahwa saya berkembang di Omaha, Nebraska," kata dia.

Pihak The World-Herald lewat Terry Koriger mengatakan, perusahaan induk mereka membutuhkan dana untuk menunjang bisnis di masa mendatang. Apalagi, para pemegang saham lama lebih banyak menjual saham dibandingkan reporter muda yang mau membeli saham tersebut.

Dengan oplah mencapai 135.000 eksemplar, perusahaan media ini merupakan salah satu yang terbesar di AS. The World-Herald Co berharap kepemilikan saham oleh Buffett akan membuat perusahaan lebih mudah memperoleh pembiayaan di samping tetap menjaga kontrol sosial.

Sebagai informasi, bisnis media bukan hal yang baru bagi Berkshire. Perusahaan ini pernah membeli Buffalo News di New York pada 1977 dan terus beroperasi sejak saat itu. Pada sebuah kesempatan pada 2009, Buffett mengatakan, keputusan memiliki saham perusahaan media tidak sepenuhnya rasional.

Selain itu, Buffett tercatat sebagai anggota dewan dari Washington Post Co. Buffett pernah mengatakan, bisnis koran AS saat ini menghadapi masa-masa sulit karena terus menghadapi kerugian akibat tidak adanya model bisnis yang berkelanjutan. (art)

Lagi, Perempuan Jadi Dirut BUMN

VIVAnews - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, mengaku telah memiliki direktur utama perempuan lagi di salah satu BUMN. Sebelumnya, bos perempuan di lingkungan BUMN adalah Karen Agustiawan, direktur utama PT Pertamina.

Direktur utama perempuan kali ini dari PT Hotel Indonesia Natour. "Saya lupa namanya, tapi ada kata Intannya," kata Dahlan di Jakarta, Rabu malam. "Ini orang dalam."

Penelusuran VIVAnews.com, data direksi PT Hotel Indonesia Natour yang perempuan adalah Intansari Abdams Katoppo, yang duduk sebagai direktur pemasaran dan pengembangan usaha. Sebelum di Hotel Indonesia Natour, Intan merupakan Sekretaris Perusahaan di PT Bank Negara Indonesia Tbk.

Namun, Intan belum bisa dikonfirmasi. Telepon dan pesan singkat (SMS) VIVAnews.com belum dijawab.

Lalu, mengapa Dahlan memilih direktur utama perempuan? "Saya punya pengalaman, perusahaan BUMN yang memiliki direksi perempuannya pasti maju," katanya. "Jadi jangan meremehkan." Menurut Dahlan, saat ini
perempuan sudah jauh lebih baik.

Perempuan di mata Dahlan

Dahlan percaya kaum muda dan perempuan dapat mengubah kondisi ekonomi Indonesia ke arah yang lebih baik. "Saya percaya itu," kata Dahlan yang sering disapa Pak Dis dalam suatu forum di Jakarta Rabu malam. Selama ini, menurut Dahlan, wanita masih sering diperlakukan berbeda dengan laki-laki, sehingga mereka kurang diberdayakan.

Menurut Dahlan, lahirnya wanita dapat mengubah modal sosial suatu negara. "Di Republik Rakyat Tiongkok, wanita sama produktifnya dengan laki-laki. Bagaimana di Indonesia?" kata Dahlan yang juga pengamat  kebudayaan Tiongkok.

Maka dari itu, Dahlan melanjutkan, sewaktu menjabat direktur utama PLN, dia selalu menekankan bahwa karyawan perempuan harus tampil, sehingga tidak didominasi laki-laki. "Di PLN hanya laki-laki yang sering tampil," kata Dahlan.

Selain perempuan, bagi Dahlan, anak muda yang berumur 30-35 tahun juga dapat mengubah negara. Di usia ini, mereka memiliki dua kekuatan yang bila digabungkan sangat produktif dan bisa menghasilkan karya yang luar biasa.

"Mereka bisa tidak tidur dua hari dua malam demi pekerjaan, dan mereka sudah pernah merasakan pengalaman pahit, sehingga mampu mempertimbangkan antara baik dan buruk," kata Dahlan. (art)

Wamen ESDM: Banyak Orang Berpura-pura

VIVAnews - Widjajono Partowidagdo sering mengungkapkan hal-hal "aneh" seputar energi nasional. Padahal, saat ini dia menjabat wakil menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Salah satu pernyataan yang membuat polemik adalah wacana menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

Apakah dia tidak enggan dengan atasannya? "Saya tidak pernah enggan karena pada dasarnya saya akademisi," kata dia saat berkunjung ke kantor VIVAnews.com, di Menara Standard Chartered Bank, Lantai 31, Jakarta, Rabu 30 November 2011.

Kalau boleh memilih, apakah menjadi pejabat yang tidak boleh bicara atau akademisi yang bebas bicara, dia akan memilih akademisi. "Saya ngomong apa adanya. Dengan ngomong apa adanya, negara dapat menjadi lebih baik," ujarnya.

Menurut dia, di Indonesia banyak orang yang berpura-pura, sehingga mau ketika dibungkam. Bagi Widjajono, menjadi pejabat bukan mencari uang. "Saya sudah kaya," katanya.

Dalam kunjungan itu, dia juga mengatakan pentingnya menekan subsidi energi yang saat ini bisa mencapai Rp200 triliun per tahun. Menurut dia, subsidi ini tidak perlu dan lebih baik digunakan untuk memperbaiki proyek-proyek infrastruktur.

Widjajono yang merupakan dosen di Institut Tekonologi Bandung ini mengatakan, berlahan, sebaiknya subsidi dihilangkan. "Bila dana infrastruktur banyak, pembangunan transportasi massal juga cepat. Tak perlu macet lagi," katanya.

Dia mencontohkan, di sejumlah negara maju, perkembangan kendaraan justru sangat dibatasi, karena pajak tinggi dan harga bahan bakar juga mahal. "Akibatnya, orang memilih menggunakan transportasi umum," ujarnya.

Kenyataannya di Indonesia berbeda. Harga bahan bakar murah, sehingga orang masih senang menggunakan kendaraan pribadi, sehingga kemacetan terjadi di mana-mana.

Pengalaman dulu, saat harga bensin Rp6.000 per liter, banyak orang yang beralih ke kereta dan bus Transjakarta. "Artinya, kalau bensin mahal, masyarakat akan menggunakan kendaraan alternatif," katanya.

Mengenai rencana pemerintah menekan subsidi, Widjajono mengatakan, pemerintah memiliki tiga alternatif. Pertama menaikkan harga, kedua membatasi pemakaian dengan mewajibkan mobil pribadi menggunakan Pertamax, dan ketiga mengganti dengan bahan bakar lain yang lebih murah (konversi) ke bahan bakar gas. "Saat ini waktu yang tepat untuk menaikkan harga BBM," katanya. (art)

Kerja di rumah

Popular Posts