Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Sabtu, 01 Oktober 2011

Lebih Murah, Citilink Pekerjakan Pilot Asing

VIVAnews - PT Garuda Indonesia Tbk menegaskan, tidak menutup kemungkinan akan memperkerjakan tenaga asing sebagai pilot di maskapai penerbangan anak usahanya, Citilink.

"Kita merekrut advisor to boards of director Citilink, Con Korfiatis. Maka, tidak menutup kemungkinan juga menggunakan pilot asing," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, saat ditemui di Kantor Garuda, Cengkareng, Tangerang.

Emir menuturkan, biaya menggunakan pilot asing lebih murah dibanding pilot lokal. "Biaya kita dengan pilot asing lebih murah. Jadi, kalau pilot asing siap terbang. Sedangkan jika menggunakan pilot lokal perlu pendidikan sembilan bulan, jadi satu pilot biayanya besar," ujarnya.

Sementara itu, Vice President Strategic Citilink, Elisa Lumbantoruan, mengatakan bahwa 42 pilot asing yang bekerja tidak membebani pendapatan Garuda. "Pilot asing ini biayanya lebih murah," tuturnya.

Dia menambahkan, untuk pilot Citilink awalnya memang menggunakan pilot asing dan tidak ada batasannya. "Kita menarik pilot asing, karena pilot di dalam negeri masih kurang," ujar Elisa. (ren)

Perbaikan Jalan Berhenti H-7 dan H+7 Lebaran

VIVAnews- Kementerian Pekerjaan Umum akan menghentikan perbaikan jalan seminggu sebelum dan sesudah lebaran. Semua pekerjaan konstruksi dihentikan untuk membantu kelancaran arus mudik.

"Jika ada perbaikan jalan yang belum selesai, semua peralatan kita harus minggir sehingga para pemudik dapat berjalan dengan lancar," kata Menteri PU Djoko Kirmanto di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Jumat, 15 Juli 2011.

Djoko juga menjelaskan perbaikan jalan selama ini tak hanya menyambut lebaran saya. Karena program itu berjalan sepanjang tahun. Hanya saja menjelang lebaran Kementerian PU mendatangi proyek itu. "Jangan sampai kegiatan konstruksi atau rehabilitasi itu mengganggu arus lebaran," tambahnya,

Jika mengganggu arus mudik,  maka pekerjaan dikebut agar selesai. Jika belum, tambahnya maka peralatan yang ada disingkirkan agar tak mengganggu arus mudik. Sesudah lebaran, pekerjaan itu akan dilanjutkan kembali.

"Jadi salah kalau dibilang dua minggu sebelum lebaran Kementerian PU baru kerja," tegas Djoko. (umi)

Hatta: BBM Naik, Kemiskinan Bertambah

VIVAnews- Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, menegaskan bahwa pemerintah masih mengkaji pengaturan BBM bersubsidi. Opsi menaikkan harga BBM bersubsidi, dikhawatirkan akan membuat inflasi melonjak dan menambah angka kemiskinan.

"Inflasi akan meningkat, dan pada akhirnya akan berpengaruh pada kemiskinan," kata dia di Jakarta, Jumat, 8 Juli 2011.

Namun, langkah itu juga akan berpengaruh ke fiskal karena anggaran untuk subsidi meningkat. Selain itu, akan terjadi peningkatan konsumi karena adanya disparitas harga yang tinggi antara BBM bersubsidi dan non subsidi.

Belum lagi adanya penyalahgunaan penggunaan BBM bersubsidi dari kalangan industri. "Jika masyarakat disipin, maka kuota BBM akan mencukupi, karena itu sudah mengantisipasi pertumbuhan," tambahnya.

Penyalahgunaan BBM, banyak dilakukan di industri perkebunan dan pertambangan. Menurut dia, disiplin dan pengawasan menjadi penting. Oleh karena itu Pemda wajib turun tangan dalam mengawasi.

Hatta mengatakan keputusan terkait subsidi BBM itu tak hanya mempertimbangkan sisi fiskal namun juga dampak kemiskinan dan daya beli masyarakat.

Juni, Penerimaan Pajak Baru Rp300 Triliun

VIVAnews - Pemerintah menargetkan pemasukan pajak pada tahun ini sebesar Rp700 triliun. Jumlah itu naik Rp150 triliun dibandingan 2010 yang hanya mencapai Rp550 triliun.

"Tahun ini kami diberi tugas pemerintah untuk mengumpulkan pajak sebesar Rp700 triliun," kata Direktur Jenderal Pajak, Ahmad Fuad Rahmany usai membuka seminar nasional Undang-Undang Pidana Umum dan Perpajakan di Hotel Quality Yogyakarta, Selasa 22 Juni 2011.

Sementara itu, hingga saat ini, atau Juni 2011, pemasukan pajak belum mencapai 50 persen dari jumlah target Rp700 triliun itu. "Ini besar sekali, jadi berat. Sekarang sudah hampir Rp300 triliun," ujarnya.

Fuad agak khawatir penerimaan pajak tersebut agak lambat. Namun, pihaknya akan bekerja keras untuk mencapai target itu. "Kami mengharapkan kenaikan pajak yang signifikan," ujar Fuad.

Kendati demikian, Fuad menuturkan, jumlah yang membayar pajak meningkat tahun ini dibandingkan tahun lalu. "Kenaikannya 1,2 juta yang bayar pajak, terdiri pajak pribadi dan badan," tuturnya. (art)

Laporan: Erick Tanjung | Yogyakarta

BI Tak Batasi Asing, Tapi...

VIVAnews - Bank Indonesia (BI) menyatakan belum akan membatasi kepemilikan asing. Namun akan mengatur kepemilikan tiap pihak. Namun hal itu tidak berlaku untuk bank yang dimiliki negara.

"Sebenarnya bukan pembatasan kepemilikan asing yang akan kita atur. Tapi pembatasan kepemilikan pihak. Tak peduli pihaknya asing atau nasional. Tidak boleh ada (kepemilikan) satu pihak kecuali negara," ujar Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, seusai Rapat Kerja Badan Anggaran di Gedung MPR-DPR RI, Jakarta, Rabu 1 Juni 2011.

Darmin menjelaskan di negara mana pun tidak ada satu pihak yang dapat mendominasi kepemilikan bank-bank lokal. Setiap negara memiliki batasan berbeda. Pembatasan mulai dari 15-25 persen. Bahkan di Filipina hingga 35 persen.
"Itu sebabnya di Amerika, Singapura, Australia, dan lain sebagainya semua ada batasannya kepemilikan bank itu" katanya.

Pembatasan ini, menurutnya, bertujuan untuk mencegah tindakan-tindakan yang tidak diinginkan. Jika bank dimiliki banyak pihak, maka akan saling mengawasi. "Itu uang milik orang banyak," tuturnya. (eh)

2014, Bahan Baku Tak Boleh Diekspor

VIVAnews - Menteri Koordinator Bidang Perokonomian Hatta Rajasa menegaskan, guna mewujudkan keberhasilan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), ekspor bahan baku akan dilarang pada 2014.

Menurut dia, selama ini perekonomian Indonesia tidak bisa melambung karena industri hilir tak berkembang maksimal. "Hampir 60 tahun Indonesia hanya mengandalkan sumber daya alam," kata Hatta dalam Dialog Ekonomi dan Bisnis di Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, di Surabaya, Senin, 30 Mei 2011.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga menegaskan, akibat bergantung pada penjualan bahan baku, masyarakat Indonesia tak lagi kreatif. Barang-barang jadi dari luar negeri sudah banjir, dan industri hilir tak bisa bersaing sehat.

Hatta mengatakan, saat ini harus ada lompatan mengolah bahan baku menjadi barang jadi dengan mengandalkan teknologi yang ada. "Ini sesuai dengan program MP3EI yang sudah diluncurkan Presiden SBY." (eh)

Laporan: Tudji Martudji | Surabaya

Kerja di rumah

Popular Posts