Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Kamis, 01 September 2011

Sriwijaya Air Beli 20 Pesawat Embraer

VIVAnews- Sriwijaya Air menandatangani perjanjian pembelian 20 pesawat jet Embraer 190 asal Brazil. Dalam perjanjian itu maskapai itu juga memiliki hak membeli 10 pesawat lagi.

Seperti yang dikutip dari laman airlinesanddestinations.com, Embraer mengumumkan pembelian itu di hari pertama Paris Air Show ke-49 dengan harga US$856 juta (Rp7,35 triliun). Namun jika semua hak pembelian dilakukan, maka nilai pembelian akan mencapai US$1,28 miliar (Rp11 triliun).

Pesawat yang dipesan dilengkapi 100 kursi dengan konfigurasi single class. Maskapai ini sesuai kebutuhan armada untuk 100 kursi pesawat dan membantu ekspansi Sriwijaya yang menambah frekuensi baru di pasar domestik dan perintis di seluruh wilayah.

Sriwijaya akan mengoperasikan Embraer 190s dari Bandara Soekarno Hatta dan pusat utama lainnya di Balikpapan, Makassar, Surabaya dan Medan. Pesawat ini akan memberikan fleksibilitas Sriwijaya untuk mengoperasikan rutenya hingga 2.300 mil laut (4.260 kilometer)

Sriwijaya merupakan pelanggan baru Embraer yang bergabung dengan 10 maskapai di Asia Pacific/China yang mengoperasikan total 90 E-Jets. Embraer memberikan dukungan dan layanan bagi pelanggan Asia Tenggara dan Changi Singapura. Fasilitas ini termasuk gudang suku cadang, simulator penerbangan, dan mock-up kabin untuk pelatihan pramugari. (umi)

BI Beli SBN Pakai Dolar, Apa Kata Menkeu

VIVAnews - Pemerintah menyambut baik rencana Bank Indonesia untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) menggunakan dolar AS bila terindikasi terjadinya krisis.

Menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo, upaya tersebut merupakan bentuk kesiapan Indonesia dalam pengelolaan sistem keuangan.

"Dalam mengelola sistem keuangan, kita kan bicara SBN, perlu ada stabilisasi, ada BSF (Bond Stabilization Fund). Dan, BSF itu ada bagian-bagian yang berperan," kata Agus Martowardojo, saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis 11 Agustus 2011.

Rencana pembelian SBN menggunakan dolar AS oleh Bank Indonesia itu, dia melanjutkan, merupakan kebijakan terkait instrumen moneter. Mekanisme ini, termasuk dalam aktivitas keseharian, bermanfaat bagi stabilisasi Surat Utang Negara (SUN) dan menstabilkan keuangan Indonesia.

"Itu bukan hanya untuk stabilisasi krisis, tetapi sudah merupakan suatu instrumen yang dapat digunakan sebagai instrumen moneter. Jadi, kalau kita bilang hanya untuk krisis, justru BI tidak nyaman," tutur Agus.

Terkait kondisi pasar SUN saat ini, Agus menyatakan, masyarakat tidak perlu khawatir. Perubahan atau koreksi hanya terjadi pada ekuitas dan valuasinya, namun pasar SUN dan SBN tetap stabil.

"Yang saya ingin sampaikan, kita punya framework. Kita punya crisis management protocol dan support untuk itu," tuturnya. (art)

Pasokan Cukup, Lalu Mengapa Harga Pangan Naik

VIVAnews - Harga bahan pokok atau bahan pangan naik menjelang Puasa dan Lebaran. Padahal, pemerintah menjamin bahwa pasokan pangan cukup menjelang dan setelah Lebaran. Lalu mengapa harga barang-barang itu tetap naik?

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, kenaikan harga tersebut lantaran ada masalah dengan angkutan atau tranportasi distribusi pangan.

"Kita akan memantau distribusi. Jangan sampai, beban-beban angkutan distribusi menimbulkan harga tinggi. Ini yang perlu diawasi," kata dia usai memberikan sambutan dalam acara Rakor Pangan Nasional yang diselenggarakan Kadin Indonesia di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa 26 Juli 2011.

Selain melakukan pemantauan, dia menambahkan, pemerintah juga memperbaiki pola distribusi angkutan dan transportasi. "Distribusi adalah sesuatu yang harus kita perbaiki, misalkan angkutan antarpulau, transportasi darat, dan sistem BBM karena semua mempengaruhi dan itu menjadi perhatian yang sangat serius," ujar Hatta.

Hatta menuturkan, pemantauan yang dilakukan pemerintah akan dilakukan para menteri terkait.

Sementara itu, ia mengaku distribusi yang perlu diperbaiki. Pertama, sistem angkutan maupun transportasi. "Itu cost-nya tinggi. Di dalam masterplan sudah terantisipasi bahwa cost-cost itu harus kita perbaiki," tutur Hatta.

Kedua, Hatta melanjutkan, yakni sistem konektivitas juga harus diperbaiki. "Itu jangka menengah. Sedangkan jangka pendek yang harus kita lakukan adalah perbaikan dan peningkatan," ujarnya.

Pemantauan Harga Barang Pakai Sistem Online

VIVAnews - Guna mengawasi ketersediaan bahan pokok dan penguatan jaringan distribusi nasional, Kementerian Perdagangan sedang mempersiapkan penerapan sistem pemantauan harga kebutuhan pokok secara online.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Rabu, 20 Juli 2011.

"Pemantauan harga-harga kebutuhan pokok sangat penting dalam menjaga stabilitas harga dan tersedianya suplai bahan pokok," ujarnya.

Mari Elka menyatakan, pemantauan harga secara online ini akan difokuskan  pada pengawasan bahan-bahan pokok di seluruh wilayah di Indonesia.

Pelaporan online harga dan stok ini nantinya akan digunakan sebagai perangkat yang menginformasikan ketersediaan data harga dan stok yang lengkap serta mutakhir.

Kemendag mengharapkan penggunaan teknologi dalam pemantauan harga dan pasokan kebutuhan pokok masyarakat diharapkan bisa membantu pemerintah dalam menangkap indikasi munculnya gejolah harga dan pasokan stok.

Mari Elka berharap, penerapan sistem pemantauan harga secara online tersebut bisa menjadi bagian dari sistem peringatan dini (early warning system) bagi pemerintah terhadap pasokan kebutuhan pokok masyarakat.

Gagasan pelaksanaan pemantauan secara elektronik itu, ungkap Mari Elka, sudah sejalan dengan ketentuan perundang-undangan yang terdapat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. (art)

PT DI Garap Helikopter Pesanan Korsel

VIVAnews- PT Dirgantara Indonesia (PT DI) tengah mengerjakan pesanan helikopter Super Puma pesanan pasukan penjaga pantai Korea Selatan senilai US$90 juta (Rp767,52 miliar). Perusahaan plat merah itu juga mengerjakan helikopter untuk Angkatan Laut senilai US$70 juta (Rp596,96 miliar).

"Kami juga tengah mengerjakan helikopter untuk Angkatan Udara," ujar Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso kepada VIVAnews.com

Selain pesanan itu, PT DI juga tengah mengerjakan pesanan komponen Airbus 320 setiap bulannya. Perseroan optimis pesanan komponen itu akan naik 50 persen pada 2015. "Tahun depan diminta naik 20 persen dan mungkin 2015 naik 50 persen dari kapasitas yang sekarang", ujar Budi

Pendapatan PT DI sendiri tahun ini diperkirakan Rp1,6 triliun yang berasal dari penjualan komponen dan pesanan helikopter. Ia menargetkan pendapatan tahun depan dapat mencapai Rp2 triliun. "Sesudah Rp2 triliun baru kami bisa bernafas," tambah Budi.

PT DI sendiri dilingkupi permasalahan modal yang kurang, sehingga tak berani mencari order pesanan. Untuk itu perseroan sangat mengharapkan adanya penyertaan modal negara (PMN). Pemerintah dan Komisi VI telah membahas pemberian PMN sebesar Rp3,9 triliun namun persetujuan belum diketuk palu. (adi)

Indeks Bursa RI Tembus Rekor Baru

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali mencatatkan rekor tertinggi baru dalam sejarah. Pada perdagangan sesi pertama akhir pekan ini, IHSG mampu menembus level 3.900 dan sempat bercokol di posisi 3.928,04.

Sementara itu, level tertinggi yang berhasil ditembus IHSG sebelumnya di posisi 3.895,18, yakni pada perdagangan Kamis 30 Juni 2011.

Menurut Kepala Riset PT Citi Pacific Securities, Hendri Effendi, penguatan IHSG tersebut dipicu sentimen positif menguatnya indeks bursa acuan dunia, Dow Jones. "Hal itu berimbas positif ke pasar regional, termasuk bursa domestik," kata dia saat dihubungi VIVAnews.com di Jakarta, Jumat 1 Juli 2011.

Indeks Dow Jones pada perdagangan Kamis sore waktu setempat ditutup naik 1,25 persen menjadi 12.414,34 dan S&P 500 tercatat menguat 1,01 persen di posisi 1.320,64. Sementara itu, indeks Nasdaq naik 1,21 persen ke level 2.773,52.

Hendri memperkirakan, IHSG berpeluang mencatatkan level tertinggi baru lagi di posisi 4.000. Pemicunya, kata dia, secara teknis, pada penutupan indeks mingguan atau hari ini, indeks diperkirakan berada di atas level psikologis 3.873.

Selain itu, dia menambahkan, pengucuran dana talangan kepada Yunani diperkirakan ikut memicu sentimen positif di pasar. "Sentimen positif dalam negeri terkait penyampaian laporan keuangan semester I-2011," tuturnya. (art)

Kerja di rumah

Popular Posts