Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Senin, 30 Mei 2011

Tingkat Sewa Kantor di Asia Naik

VIVAnews - Pasar properti perkantoran sewa di Asia cukup menjanjikan, sebab tingkat permintaan sewa kantor secara keseluruhan berada di level positif pada kuartal I-2011.

Tercatat, meski terjadi penambahan pasokan baru sebesar tiga sampai empat kali lipat pada beberapa kota, sewa kantor di Asia mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,7 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Menurut Mark Lampard, Managing Director, Corporate Solutions Colliers International untuk kawasan Asia Pasifik, pasar perkantoran sewa terbantu adanya peningkatan kepercayaan pelaku bisnis dan meningkatnya komitmen awal yang memberikan harapan bagi sejumlah proyek baru.

"Dengan tersedianya pasokan baru, perusahaan mengambil keuntungan dari kondisi pasar terkini untuk mengembangkan kebutuhan dan meningkatkan jumlah kantor mereka guna meningkatkan kualitas," kata dia dalam keterangan yang diterima VIVAnews.com di Jakarta, Senin 30 Mei 2011.

Salah satu contohnya, kata dia, BNP Paribas di Singapura yang melipatgandakan luas kantornya di Ocean Financial Centre dari 70 ribu kaki persegi menjadi 140 ribu kaki persegi di kuartal pertama tahun ini.

Secara bersamaan, Lampard menambahkan, tingkat permintaan yang tinggi juga terjadi pada penjualan kantor untuk kawasan Asia lain. Hal ini dipicu berlanjutnya dana pinjaman berbunga rendah dan potensi apresiasi modal yang menjanjikan sebagai imbas dari strategi sewa yang berkelanjutan. "Pusat-pusat ekonomi seperti Hong Kong dan Taipei bahkan mencatatkan nilai jual yang tinggi pada perkantoran mereka," tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil riset Colliers International, Asia akan mengalami peningkatan harga sewa maupun jual pada 2011. "Di kota dengan pembangunan gedung-gedung yang akan selesai tahun ini, penyewa bakal mendapatkan kesempatan memindahkan lokasi kantor atau mengembangkan usaha mereka dalam jangka pendek dan menengah," lanjut Lampard.

Alasan Menkeu Dukung Pembatasan BBM

VIVAnews - Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyambut baik rencana uji coba pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi yang akan dilaksanakan 1 Juli 2011.

"Saya sambut baik dan mendukung penuh ikhtiar pembatasan BBM bersubsidi," kata Agus di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin 30 Mei 2011.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Evita Herawati Legowo, mengatakan akan melakukan uji coba penggunaan sistem Radio Frequency Identification (RFID) kepada 500 angkutan kota M-01 rute Kampung Melayu-Senen pada Juli mendatang.

Dukungan dilakukan pembatasan ini, kata Menkeu, karena pemerintah telah melakukan pemetaan seperti melihat BBM bersubsidi yang paling banyak digunakan yakni di Pulau Jawa. Sementara itu, untuk jenis kendaraan ialah jenis kendaraan pribadi dan sepeda motor.

Tentunya, dia menambahkan, dapat disimpulkan ternyata penggunaannya bukan digunakan untuk kendaraan transportasi seperti perdagangan atau industri.

"Hal ini kami yakini telah dipelajari dengan baik oleh Kementerian ESDM, BPH Migas dan Pertamina untuk bagaimana melakukan upaya pembatasan BBM," kata Agus.

Menkeu merekomendasikan, agar uji coba pembatasan BBM pada 1 Juli mendatang, dari rencana semula yang akan diterapkan 1 April lalu.

Selain itu, Menkeu juga mengatakan, berbagai aspirasi masyarakat tentunya akan didengar. Namun, pemerintah akan terus berkoordinasi dan berkonsultasi dengan masyarakat, sehingga nantinya menghasilkan kebijakan untuk kebaikan masyarakat itu sendiri.

"Kita tidak ingin masyarakat yang tidak mampu tidak diperhatikan. Kita tetap ingin menjaga kewajiban pemerintah untuk memprioritaskan masyarakat miskin," kata Agus.

Dengan pembatasan per 1 Juli ini, Menkeu berharap kuota BBM bersubsidi sebesar 38,6 juta kiloliter akan terpenuhi. "Kami dapat masukkan dari Menteri ESDM untuk menjaga 38,6 juta kiloliter itu terpenuhi," kata Agus.

Pengusaha Malaysia Jajaki Bisnis di Indonesia

VIVAnews - 30 perusahaan anggota delegasi investor Malaysia yang tergabung dalam Association of Chinese Chamber of Commerce and Industry of Malaysia (ACCCIM) menyatakan minatnya berinvestasi di Indonesia.

"Kami tertarik investasi di Indonesia, terutama perkebunan, pertambangan, properti, manufaktur, dan infrastruktur," ujar Wakil Presiden ACCCIM, Dato Tan Seng Leong dalam konferensi pers BKPM-HSBC business briefing di Jakarta, Senin 30 Mei 2011.

Pertemuan yang di prakarsai HSBC bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal memfasilitasi ACCCIM yang memiliki anggota ratusan ribu perusahaan di antaranya adalah The Lion Group, BCB Bhd, dan Low Fatt Wood Industries.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas mengenai kondisi pasar Indonesia seperti isu perizinan, infrastruktur, ekonomi makro, politik, dan ketenagakerjaan.

Dato mengungkapkan, sangat terkesan dengan Indonesia dan tertarik untuk berpartisipasi dalam kemajuan ekonomi Indonesia. "Indonesia itu sumber daya berlimpah, tenaga kerja murah, populasi terbesar nomor empat dunia, emerging country bersama China dan India, kami sangat terkesan," tambah dia.

Namun, mereka belum dapat memastikan berapa nilai investasi yang akan ditanamkan di Indonesia.

Menurut Director Commercial Banking HSBC Malaysia, Alvin Tay, kedatangan pengusaha Malaysia tersebut untuk mengetahui iklim investasi dan aturan-aturan pemerintah mengenai investasi asing di Indonesia. "Belum bisa di pastikan, kita ingin tahu lebih banyak tentang iklim investasi, kultur investasi, dan aturan dari pemerintah Indonesia," Kata dia.

Sedangkan Senior Vice President International Business HSBC Indonesia, Nick Gandolfo berpendapat, Indonesia adalah negara emerging country dan memimpin di Asia dengan China dan India. Sehingga, ia optimistis terhadap masa depan ekonomi Indonesia. "Saya optimis, karena Indonesia sebagai emerging country bersama China dan India," ujarnya.

Para pengusaha Malaysia beranggapan bahwa tidak hanya dengan satu-dua hari saja untuk proses berinvestasi, tetapi mereka memerlukan waktu untuk meyakinkan pengusaha-pengusaha Malaysia agar dapat memahami peraturan dan iklim investasi di Indonesia.

Dato menambahkan, pengusaha Malaysia juga mempersilahkan pengusaha Indonesia untuk menanamkan investasinya di Malaysia. "Kami sangat bersedia bekerja sama," kata dia. (eh)

Berapa Kekayaan Strauss-Kahn?

VIVAnews- Jauh sebelum ditangkap, kekayaan mantan direktur IMF Dominique Strauss-Kahn menjadi bahan sorotan. Lawan politiknya bahkan menyebut Kahn sebagai "caviar socialist" untuk gaya hidup mewahnya.

Sebelum ditangkap, Kahn digambarkan gemar mengendarai Porsche dan suka belanja barang mewah. Pakaiannya dibuat penjahit Obama yang menghabiskan 25.000 Euro (Rp304,4 juta).

Namun sejak penangkapannya disorot berbagai media, khususnya media Amerika, hartanya pun ikut disorot. Diketahui sumber kekayaannya berasal dari sang istri, Anne Sinclair, penyiar terkenal di Prancis yang menjadi pewaris keluarga pedagang barang seni.

Pengacaranya mengatakan Strauss-Kahn memiliki saldo tabungan di bawah 'tujuh digit' atau  di bawah US$10 juta, sekitar Rp85,38 miliar. Dan di IMF ia dibayar US$420.930 setahun, atau sekitar Rp3,593 miliar.

Istrinya memberikan jaminan US$1 juta (Rp8,5 miliar) dan US$5 juta (Rp42,69 miliar) dalam bentuk obligasi, dan membayar US$200 ribu (Rp1,7 miliar) per bulan untuk keamanan Strauss-Kahn selama menjalani tahanan rumah.

Pengeluaran Sinclair untuk suaminya dan sejarah keluarga yang glamor, membuat New York Magazine dan New York Post menyebut sosoknya sebagai miliarder. Namun Forbes menulis dengan penggambaran berbeda.

Seperti yang ditulis Forbes, Sinclair adalah cucu dari Paul Rosenberg, agen seni Prancis yang memiliki koleksi lukisan Picasso, Matisse dan Braque.

Sosoknya pernah diulas majalah Time pada 1953.  Para pelukis terkenal tersebutlah yang membuat Rosenberg kaya.

"Rosenberg memiliki perjanjian pembelian ekslusif dengan ketiga pelukis semasa hidupnya, dan setiap lukisan dibeli langsung dari seniman," tulis Time.

Pada waktu cerita diterbitkan, Rosenberg memiliki 89 karya yang layak dipamerkan di galeri, termasuk 43 lukisan Picasso dan lukisan karya Degas, Seurat, dan Renoir.

Ketika Rosenberg meninggal pada 1959, koleksinya diserahkan kepada Alexandre, paman Anne Sinclair. Anne dan ibunya, Micheline diperkirakan mewarisi karya ini ketika Alexandre meninggal pada 1987.

Micheline meninggal pada 2007, dan mewarisi Sinclair untuk mengelola koleksi keluarga. Tidak ada cara untuk mengetahui tepatnya harta pribadi Rosenberg's yang dimiliki Sinclair, meskipun Artinfo.com telah menyusun daftar karya dia dan keluarganya yang terjual selama bertahun-tahun.

Antara lain adalah lukisan seri Monet 'Waterlilies' senilai US$20 juta (Rp170,76 miliar), Leger's The Woman di Red and Green' senilai US$22,4 juta (Rp191,25 miliar), Matisse's Odalisque, Blue Harmony senilai US$33 juta (Rp281,75 miliar) dan 14 karya lain dengan harga lebih rendah dengan total US$18,75 juta (Rp160,08 miliar).

Sinclair dan Strauss-Kahn juga memiliki sejumlah properti. Sebuah properti di Georgetown, Washington DC,  dekat dengan kantor pusat IMF, tercatat dimiliki Sinclair dengan harga US$4 juta (Rp34,15 miliar).

Ia juga memiliki apartemen di Paris, sebuah penthouse di Places des Vosges senilai 4 juta Euro (US$5,5 juta atau Rp46,95 miliar) yang terletak di 16th Arrondissement, salah satu kota daerah orang kaya. Ia juga memiliki properti di Marrakesh, Maroko senilai US$4 juta.

Jadi, apakah Sinclair seorang miliarder? Forbes menilai ia bukan sosok miliarder. Namun yang jelas, ia sangat kaya. Kekayaan paling berharga berasal dari koleksi seni dan penjualan seni dari kakeknya senilai antara US$100-200 juta (Rp853,8 miliar-Rp1,707 triliun). Sedangkan tempat tinggal pasangan itu senilai US$15 juta (Rp128,07 miliar). (umi)

8 Entrepreneur Cilik Dunia Tersukses (II)

VIVAnews - Masyarakat dunia selama ini mengenal Mark Elliot Zuckerberg sebagai pebisnis muda yang berhasil membangun sebuah kerajaan bisnis yang menggurita. Pendiri situs jejaring sosial Facebook ini bahkan dinobatkan sebagai nomor 1 dari daftar “100 Peringkat Orang Paling Berpengaruh di Era Informasi".

Pada era sebelumnya, William Henry Gates II atau lebih dikenal sebagai Bill Gates tampil sebagai pebisnis muda yang mampu membangun bisnis raksasa di bidang informasi teknologi.

Pengalaman-pengalaman itu pula yang mungkin mengilhami beberapa pemuda untuk mulai masuk dunia bisnis dalam usia yang relatif muda.

Seperti dikutip dari laman money.cnn.com, Minggu, 29 Mei 2011, saat ini terdapat 8 entrepreneur muda dengan sepak terjang yang harus diawasi terus.

Delapan entrepreneur ini dianggap memiliki masa depan gemilang dengan gagasan bisnis yang ada di benak mereka.

Berikut ini delapan entrepreneur muda lain yang menarik perhatian dunia. Untuk melihat empat entrepreneur lain bisa dilihat di sini.

5.  Farrhad Acidwalla (17 tahun)

Dengan bermodal US$10 dari orangtuanya, Farrhad Acidwalla telah masuk dalam peringkat entrepreneur pada usia 13 tahun ketika memutuskan membangun komunitas online yang khusus menyasar aviasi dan aero-modeling. Beberapa bulan kemudian, dia memutuskan menjual komunitasnya tersebut kepada seorang penggemar senilai US$1.200.

Empat tahun kemudian, Acidwalla menempatkan US$400 pada Rockstah Media sebuah agen yang fokus pada bisnis branding, pemasaran, dan pengembangan web di Maharashtra, India.

"Di masa depan, kami berencana mendiversifikasi usaha dan memperluas skala bisnis dengan memproduksi program hiburan berbahasa Hindi," kata Acidwalla. seraya mengungkapkan dirinya mempertahankan 42 pegawainya dengan menawarkan keuntungan kepemilikan saham.

6. Asya Gonzalez (14 tahun)
Asya lahir dari orangtua yang memang memiliki darah entrepreneur dan langkah itu pun ingin diikuti perempuan berusia 14 tahun ini.

"Saya menyadari bahwa keinginan saya adalah memperoleh kebebasan, menghasilkan uang dan peraturan sendiri. Kamu tidak bisa melakukan itu, semua hanya dengan menaiki jenjang perusahaan...kata Ayah saya," ujar Asya.

Pada usia 13 tahun, Gonzalez meluncurkan Stinky Feet Gurlz, sebuah perusahaan yang mendesain, memasarkan, dan menjual t-shirt era 1940-an dan perlengkapannya.

Perusahaannya juga menyumbangkan uang dari setiap pakaian yang dijual ke She's Worth It!, lembaga non profit yang dibangunnya dan dikhususkan pada perdagangan manusia dan perbudakan seks.

Asya menargetkan pendapatan perusahaan tahun depan bisa menembus US$20 ribu.

7. Brian Wong (20 tahun)
Dua tahun lalu dalam sebuah perjalanan panjang menggunakan pesawat, Brian Wong menyadari banyak penumpang pesawat merupakan penggila games mobile dan bisa menghabiskan berjam-jam untuk melakukan hal itu.

Beberapa waktu setelah itu, mantan pegawai Digg ini mulai menggelar penelitian pasar dan mulai memikirkan rencana untuk platform program games.

Dalam setahun setelah ide itu muncul, Wong telah mampu meraup US$4 juta untuk pendanaan perusahaannya yang bernama, Kiip.

"Saya selalu gatal dengan hal-hal berbau entrepreneur, namun yang paling membuat saya bersemangat adalah peluang untuk menciptakan ulang ruang baru," kata Wong.

Kurang dari dua bulan, Kiip sudah dikenal sebagai jaringan pemberi hadiah mobile yang menawarkan penggila games hadiah sungguhan dari penghargaan virtual. Hadiah yang ditawarkan misalnya kupon untuk sebotol soda jika memperoleh nilai tertinggi atau menyelesaikan tingkatan tersulit.

Dengan akses lebih dari 15 juta penggila games dan klien, seperti Dr Pepper dan Sephora, entrepreneur muda asal San Fransisco ini berharap bisa menjadi pemimpin dalam bisnis periklanan bergerak.

8. Adam Horwitz (19 tahun)
Sejak usia 15 tahun, Adam Horwitz telah memiliki cita-cita entrepreneur-nya yaitu menciptakan perusahaan bernilai jutaan dolar AS ketika usianya sudah 21 tahun.

Tiga tahun berlalu dengan 30 usaha yang tidak sukses, Horwitz akhirnya bisa menghasilkan satu produk sukses bernama Mobile Monopoly. Pelatihan dengan sistem online ini mengajarkan masyarakat bagaimana cara menghasilkan uang menggunakan teknik pemasaran mobile dan mendatangkan keuntungan bagi Horwitz.

Dia lalu menambahkan beberapa pelatihan online lain, di mana setiap pelatihan menambah pendapatan dan akhirnya menghasilkan jutaan dolar AS ketika ulang tahunnya yang ke-18. Perusahaan Mobile Monopoly yang dibangunnya adalah platform pelatihan multimedia yang membantu pemilik bisnis.

"Saya senang bisa membangun sebuah bisnis dan memperhatikannya berkembang menjadi perusahaan besar," kata Horwitz.

Usaha lain yang sedang dibangun adalah Yeptext, sebuah layanan pesan singkat yang bisa membuat perusahaan memikat pelanggan di lokasinya masing-masing menggunakan iklan menggunakan pesan singkat ke telepon genggamnya. (art)

8 Entrepreneur Cilik Dunia Paling Sukses (I)

VIVAnews - Masyarakat dunia selama ini mengenal Mark Elliot Zuckerberg sebagai pebisnis muda yang berhasil membangun sebuah kerajaan bisnis yang menggurita.  Pendiri situs jejaring sosial Facebook ini bahkan dinobatkan sebagai nomor 1 dari daftar “100 Peringkat Orang Paling Berpengaruh di Era Informasi".

Pada era sebelumnya, William Henry Gates II atau lebih dikenal sebagai Bill Gates tampil sebagai pebisnis muda yang mampu membangun bisnis raksasa di bidang informasi teknologi.

Pengalaman-pengalaman itu pula yang mungkin mengilhami beberapa pemuda untuk mulai masuk dunia bisnis dalam usia yang relatif muda.

Seperti dikutip dari laman money.cnn.com, Minggu, 29 Mei 2011, saat ini terdapat 8 enterprenur muda dengan sepak terjang yang harus diawasi terus.

Ke delapan enterpreneur ini dianggap memiliki masa depan gemilang dengan gagasan bisnis yang ada di benak mereka.

Inilah 8 enterpreneur muda yang harus menarik perhatian dunia.

1. Lean Archer (15 Tahun)

Pemudi berusia 15 tahun ini membuktikan bahwa menjalankan bisnis skala kecil yang bisa meraih kesuksesan bisa dibuat layaknya tempat bermain anak-anak.

Leanna Archer memutuskan untuk menjadi pebisnis di bidang perawatan rambut ketika berusia 11 tahun.

"Idenya datang ketika saya menerima banyak sanjungan mengenai rambutku dan seketika itu saya sadar harus berterima kasih pada produk rumahan yang saya buat," kata Archer. "Saya tidak akan kehilangan apa-apa karena saya pikir kalau ini tidak berhasil, perjalanan hidup saya masih panjang."

Perusahaan yang didirikan Archer, Leanna's Inc, membuat delapan produk organik, produk perawatan rambut, yang didalamnya termasuk tata rambut, krim rambut dan sampo.

Rahasia produknya merupakan resep turun menurun di keluarganya sejak lama dan dijamin bebas dari zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

Tahun lalu, Leanna's Inc mampu meraup pendapatan lebih dari US$100 ribu. Pebisnis cilik asal Long Island menargetkan pertumbuhan menjadi lebih dari US$300 ribu. Saat ini, perusahaan tengah berencana membangun kantor perwakilan di seluruh wilayah Amerika Serikat.

2. Robert Nay (14 Tahun)

Pada usia 14 tahun, permainan pertama yang dibuat Robert Nay, Bubble Ball, telah diunduh lebih dari 2 juta sejak dua pekan diluncurkan. Hal yang tidak terlalu buruk mengingat rata-rata permainan mobile hanya diundur beberapa ribu kali. 

Pada Januari lalu, Bubble Ball malah berhasil mengalahkan game mobile terbesar Anggry Birds sebagai permainan yang banyak diunduh dalam fasilitas Apple App store.

"Teman saya mengusulkan agar membuat permainan yang bisa digunakan di perangkat Apple. Saya berpikir ini hal yang menarik dan saya pun mencobanya," kata Nay.

Tanpa latar belakang ilmu pengkodean dalam komputer, Nay pergi ke perpustakaan publik untuk mempelajari bagaimana membuat program permainan.

Satu bulan setelah membaca beberapa buku dan memproduksi lebih dari 4.000 kode-kode program, Bubble Ball berhasil dibuat. Total biaya untuk memproduksi permainan ini mencapai US$1.200 yang berasal dari sumbangan orangtua Nay untuk membeli komputer Machintos dan perangkat lunak berlisensi.

Program permainan Puzzle yang tersedia untuk Apple dan perangkat berbasis Android ini, kini sudah diunduh lebih dari tujuh juta kali.

Perusahaan pengembangan permainan yang sudah memasuki tahun ke delapan ini, Nay Games, saat ini sedang mengembangkan beberapa tambahan baru pada Bubble Ball seperti proyek program lainnya.

3. Mark Bao (18 Tahun)

Pada usia 18 tahun, Mark Bao yang merupakan warga New York dinobatkan sebagai enterpreneur teknologi dan philanthropi paling sukses. Pemuda belasan tahun ini telah menjual tiga perusahaan website dimana dua diantaranya dianggap memberikan keuntungan sangat besar.

Satu perusahaan web-nya telah memperoleh anggota lebih dari seperempat juta hanya dalam tiga minggu setelah diluncurkan. Bao juga kini telah mulai mendirikan yayasan non-profit.

Perusahaan lamanya yang seluruhnya dibiayai sendiri yaitu threewords.me, situs media sosial dimana anggotanya menggambarkan tiga kata mengenai kepribadian temannya, Atomplan, perangkat manajemen bisnis kecil, dan Facebook Idol, aplikasi layaknya American Idol.

"Saya selalau tertarik dengan teknologi dan bagaimana ini bisa membuat perubahan," kata Bao. "Aksi enterpreneur menciptakan perubahan."

Perusahaan yang kini dibangunnya, Supportbreeze, adalah perangkat layanan konsumen yang membantu pebisnis dalam mengelola permohonan. Layanan ini secara dramatis membantu mengurangi waktu dan penggunaan tenaga kerja.

4. Lizzie Marie Likness (11 Tahun)

Juru masak yang mampu memberikan insiprasi sejak berusia dua tahun ini, dianggap sedang dalam jalurnya untuk menjadi pengganti Rachel Ray, juru masak yang membawakan program memasak di televisi.

Suatu ketika, orangtua Lizzie pernah bertanya bagaimana caranya memperoleh uang. Seketika itu, Lizzie menjawab, "Saya menjual makanan rumahan yang sehat untuk pasar lokal." Sejak saat itu, Lizzie dianggap sebagai pendiri dari Lizzie Marie Cuisine.

"Lizzie Marie Cuisine sangat unik karena saya mengajarkan anak-anak bagaimana memasak makanan sehat yang menyenankan dan bagaimana hidup sehat," ujar Lizzie. "Perusahaan saya mengajarkan masyarakat, tidak hanya memakan yang sehat tetapi juga bagaimana hidup sehat."

Beberapa tahun kemudian, pembicaraan mengenai resep originil dan kemampuan untuk memberdayakan kaum modal yang dimiliki Lizzie menjadi percakapan hangat penduduk lokal. Lizzie kemudian mendapat sejumlah undangan untuk memamerkan caranya memasak bersama sejumlah koki terkenal dalam sebuah acara.

Saat ini, Likness merupakan serial televisi paling diminati di WebMD Fit Channel dengan nama program Healthy Cooking with Lizzie. Dia juga baru saja menandatangani kontrak program terkenal TV terkenen dengan salah satu perusahaan di New York, DBG. Serta agen pemasaran digital global, Digitas. 

Kerja di rumah

Popular Posts